Tag Archives: Akhmad Sekhu

Peringatan Kepada Penyair

Akhmad Sekhu
http://asekhu.wordpress.com

Dan penyair-penyair itu diikuti orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwa mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwa mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya, kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. (QS 26 : 224-227)

Buku dan Semangat Mencerdaskan Bangsa

Akhmad Sekhu *
kompasiana.com/akhmadsekhu

Dalam buku Tempat-tempat Imajiner: Perlawatan ke Dunia Sastra Amerika terbitan Yayasan Obor Indonesia terjemahan Sori Siregar, Erwin Yusbar Salim, Ayu Utami, terdapat sebuah cerita, dimana Michael Pearson, penulis buku tersebut, tidak sengaja mendengar obrolan anaknya dengan sekelompok temannya. Mereka membicarakan pekerjaan ayah masing-masing. Ia ingat betul anaknya berkata, “Pekerjaan ayahku membaca buku.” Ia menyesal karena ia tidak mampu mengatakan sesuatu yang lebih menarik atau lebih mempunyai alasan kuat daripada mengatakan itu.

Menjalin Keberpihakan pada Kaum Miskin

Judul Buku : Menciptakan Dunia Tanpa Kemiskinan
Penulis : Muhammad Yunus
Alih Bahasa : Rani R. Moediarta
Penerbit : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : 2008
Tebal : xviii + 262 halaman
Peresensi : Akhmad Sekhu
Harian Merdeka, 3 Desember 2008

Semangat “Berlayar” Orang-orang Tegal

Akhmad Sekhu *
kompasiana.com/akhmadsekhu

Jangan ngaku sebagai wong Tegal kalau tidak punya KTP bergambar kapal, demikian seorang teman dengan penuh kebanggaan mengatakan hakekat jati dirinya sebagai orang Tegal.

Tegal yang berslogan sebagai Kota Bahari memang wilayahnya persis berada di daerah pesisiran pantai utara, atau disingkat pantura. Mayoritas masyarakat Tegal, salah satunya adalah sebagai nelayan,

Indonesia; Majapahit, Atlantis, Fantastis!

Akhmad Sekhu *
http://www.kompasiana.com/akhmadsekhu

Aku berpikir, maka aku ada. Demikian ungkapan dari Rene Descartes, filsuf kebangsaan Perancis yang hidup pada abad ke-17. Sebuah ungkapan inspiratif yang kemudian menginspirasi saya pada sebuah ungkapan; aku gelisah, maka aku ada. Adakah orang yang tidak pernah gelisah? Semua orang tentu pernah merasa gelisah. Bagai Medusa, saya gelisah. Medusa, raksasa berambut ular dalam kisah mitologi Yunani Kuno. Medusa yang selalu dihubung-hubungkan dengan kegelisahan.