PENDULUM KAJIAN BAHASA: DARI YANG AUTONOM KE YANG INSTRUMENTAL

Anang Santoso *
studibahasakritis.blogspot.co.id

SEBUAH PENGAKUAN

“Wah, Bapak terlalu overestimate tentang saya”. Begitulah jawaban saya terhadap Pak Effendi (A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D.) ketika beliau meminta saya membedah buku beliau yang baru terbit. Hal ini didasarkan atas pengalaman “masa lalu” ketika membaca karya Pak Effendi. Setiap kali saya membaca tulisan beliau yang muncul dalam sejumlah jurnal, terus terang saja saya memerlukan banyak sekali energi dan waktu untuk memahaminya (Ini bukan keluhan, lho). Begitu rumit dan rincinya, saya sering menyebut beliau dengan “Chomskyan UM”. Demikian juga, pengalaman mengikuti kuliah “Aliran Linguistik”-nya Prof. Abdul Wahab, M.A., Ph.D. (alm.) ketika menempuh program doktor, saya selalu mengernyitkan dahi ketika membedah buku-buku Chomsky meskipun Pak Wahab selalu membuatkan ringkasan kecil buku Comsky untuk kelas kami. Continue reading “PENDULUM KAJIAN BAHASA: DARI YANG AUTONOM KE YANG INSTRUMENTAL”