Asrul Sani: Puisi Gigantis dan Cerpen Rumah

Eka Kurniawan
Kompas, 31 Mei 2007

Melalui kajian puisi dan cerpen Asrul Sani yang nisbiah jarang jumlahnya dibandingkan dengan esainya, terlihat bahwa cerpen-cerpen Asrul adalah cerpen ide, puisi-puisinya sarat dengan beban ide.

Dalam sepucuk esainya mengenai puisi Angkatan 45, atau dengan ungkapannya disebut sebagai generasi saya sendiri, Asrul Sani menulis: Baca selengkapnya “Asrul Sani: Puisi Gigantis dan Cerpen Rumah”

Wawancara Asrul Sani: “Angkatan 45 Membebaskan Bahasa Indonesia”

Dwi Arjanto, Hermien Y. Kleden
Majalah Tempo, 8 Nov 1999

TIDAK mudah menampilkan sosok Asrul Sani, penyair, sutradara, dan penulis skenario yang oleh orang film kini dianggap legenda. Asrul juga dokter hewan lulusan Institut Pertanian Bogor dan pernah menjadi anggota DPR selama tiga masa jabatan. Pengetahuannya sebagai dokter hewan hampir tidak dipraktekkan. Namun, selaku sastrawan dan seniman film, Asrul Sani tak pernah berhenti berkarya. Baca selengkapnya “Wawancara Asrul Sani: “Angkatan 45 Membebaskan Bahasa Indonesia””

Mengenang Setahun Sastrawan Asrul Sani

Aminullah HA Noor
suarakarya-online.com 15-1-2006

Rabu 11 Januari lalu tepat setahun meninggalnya sastrawan Asrul Sani. Kepergian beliau tahun lalu, mengejutkan Penulis ketika menyadari kematian sastrawan besar itu melalui SMS yang dikirimkan seorang rekan.

“Bang Asrul, pencetus humanisme universal itu sudah tiada. Ia meninggal disaat negeri menjadi tempat persembunyian manusia yang menginjak-injak humanisme.” begitu bunti SMS dari rekan yang mengabari hari kematian Asrul Sani. Baca selengkapnya “Mengenang Setahun Sastrawan Asrul Sani”