Tag Archives: Asvi Warman Adam

Posisi M Yamin dalam Sejarah Indonesia

Asvi Warman Adam
suar.okezone.com, 28 Okt 2009

Mohammad Yamin adalah tokoh terpenting dalam perumusan Sumpah Pemuda. Ikrar yang disusunnya telah mengilhami perjuangan bangsa selanjutnya, bahkan tetap menjadi perekat persatuan sampai saat ini.

Sebetulnya bagaimana posisi Yamin dalam sejarah Indonesia? Pada majalah Tempo edisi khusus 16 Januari 2000 tertulis secara eksplisit, “Pakar sejarah Taufik Abdullah menempatkan Yamin sebagai sejarawan terbesar abad ini.” Mungkin Prof Dr Taufik Abdullah hanya berbasa-basi tentang kehebatan Muhammad Yamin, tetapi barangkali pernyataan itu ada benarnya juga. Timbul pertanyaan, besar dalam hal apa?

Memfilmkan Soekarno

Asvi Warman Adam
Kompas, 28/09/13

Film Soekarno yang dibuat Ram Punjabi dan disutradarai Hanung Bramantyo menuai protes dari Rachmawati Soekarnoputri.

Tulisan ini tidak menyoal pertengkaran itu, tetapi mengungkap beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat film tentang tokoh sejarah. Tentu saja lebih mudah jika film itu merupakan narasi beberapa penutur tentang seorang tokoh; bisa saja wacana itu berbeda bahkan bertentangan, terserah kepada pemirsa menyimpulkannya.

Natsir Pahlawan Nasional?

Asvi Warman Adam *
Kompas, 17 Juli 2008

TANGGAL 17 Juli 2008, tepat 100 tahun kelahiran Mohammad Natsir. Kali ini, peringatan tidak hanya mengenang pemikiran dan kepribadian tokoh yang bersih dan konsisten, tetapi ada usul untuk mengangkatnya sebagai pahlawan nasional.

Buku PKI, Bahasa Inggris Boleh, Indonesia Jangan

Asvi Warman Adam*
Media Indonesia, 26 Maret 2007

PADA 21 Maret 2007 di Jakarta penerbit Equinox meluncurkan cetakan ulang dari seri buku-buku klasik tentang Indonesia yang pernah ditulis oleh orang asing dan Indonesia. Di antaranya karya Herbert Feith, The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. Ada dua buah karangan Ben Anderson.

Imajinasi yang Terus Bertanya

Asvi Warman Adam*
Kompas, 22 Des 2007

Dalam pengantar buku Mochtar Lubis, Maut dan Cinta, disebutkan “sastra memang bukan tulisan sejarah dan juga tidak dapat dijadikan sumber penulisan sejarah”.

Benar bahwa sastra bukan tulisan sejarah. Namun, kurang tepat bila dikatakan sastra tidak dapat dijadikan sumber sejarah.