Sayap-Sayap Langit ke Tujuh

Sabrank Suparno

Ada pertalian khusus tema Padhang Mbulan 11 Maret 2012 dengan Padhang Mbulan 6 April 2012, yakni lontaran pemikiran Cak Nun mengenai tingkat kedalaman pengetahuan Nabi Muhammad. Hingga pada pertemuan April kemarin Cak Nun getol membahas ulang soal pertanyaan: Apakah Rasul mengetahui jika di planet lain ada makhluk? Sejak kapan Rasul mengetahui segala hal yang sudah dan akan terjadi dalam sejarah? Continue reading “Sayap-Sayap Langit ke Tujuh”

Novel telah Mendoktorkan Aprinus Salam

Kuss Indarto

SEPULUH buah novel telah mengantarkan Aprinus Salam meraih gelar doktor. Ya, ada novel-novel karya sastrawan asal Jatilawang, Banyumas, Ahmad Tohari yang jadi bahan rujukan utama, yakni Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari, Jantera Bianglala, Trilogi Dukuh Paruk, dan Bekisar Merah. Lalu dua novel sejarawan Kuntowijoyo: Pasar dan Mantra Pejinak Ular, Canting-nya Arswendo Atmowiloto, dan novel karya Umar Kayam: Para Priyayi, dan Jalan Menikung (Para Priyayi 2). Continue reading “Novel telah Mendoktorkan Aprinus Salam”

Haruskah “Menunggu Godot”

Sebuah Catatan tentang Geliat Teater Riau
Fedli Azis

Home

Ada pernyataan menarik di kalangan pelaku seni pertunjukan, “semakin miskin senimannya semakin kreatif-lah ia”. Pernyataan ini cukup populer, terutama bagi pelaku seni teater akibat sulitnya mendapatkan sponsor, baik pemerintah maupun pihak swasta. Bahkan seniman teater Riau, sambil bersoloroh mengatakan, ”bagi seniman, mengharapkan sponsor sama dengan Menunggu Godot”. Continue reading “Haruskah “Menunggu Godot””

Dua Buku Sastra dari Indonesia-Malaysia Diluncurkan

Yurnaldi
http://nasional.kompas.com/

Sastrawan dua negara serumpun, Indonesia dan Malaysia, kembali menunjukkan keakraban. Setelah membuat deklarasi bersama Maret 2008 lalu, sastrawan Indonesia dan Malaysia, Jumat (16/5), di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin meluncurkan dua buku sastra, yaitu kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia) dan Kumpulan Cerpen Perempuan Bergaun Putih, karya Sawali Tuhusetya (sastrawan Indonesia). Continue reading “Dua Buku Sastra dari Indonesia-Malaysia Diluncurkan”

Bahasa »