Antara Sastra dan Teknologisasi

Marjohan
http://www.harianhaluan.com/

Prof Dr Mukti Ali (man­tan Menteri Agama RI) pernah menggelindingkan satu adagium seputar seni: “Dengan ilmu hidup jadi mudah, dengan agama hidup jadi terarah, dan dengan seni hidup jadi indah”. Falsafah ini kemudian jadi populer, karena sering dikutip Buya Hamka dalam banyak tulisannya, dan acap-kali pula disetir KH. Zainuddin MZ dalam pelbagai pertemuan akbarnya dengan umat Islam. Atau bisa didengar lewat kasetnya yang bejibun di ko­munitas umat—di kota dan di desa. Continue reading “Antara Sastra dan Teknologisasi”

Catatan Pendakian: Menuju Ranu Kumbolo

Sidik Nugroho

Sebulan lebih yang lalu, Wawan Eko Yulianto (Wawan, penerjemah dan penulis lepas) mengajak saya mendaki menuju Ranu Kumbolo, sebuah danau di lereng gunung Semeru. Mendengar penjelasan Wawan tentang keindahan danau tersebut, serta-merta saya tertarik. Sudah lima tahun lebih saya tidak mendaki gunung dan ajakan ini membuat saya bersemangat. Saya pun mencari beberapa gambar danau tersebut di mesin pencari google. Continue reading “Catatan Pendakian: Menuju Ranu Kumbolo”

Nasib Kesenian Tradisional

Undri
http://www.harianhaluan.com/

Coba kita sandingkan bila dua bentuk kesenian tampil dalam waktu dan tempat yang bersa­maan, organ tunggal dan randai misalnya. Sudah dapat dipas­tikan dan tidak perlu diragukan ,organ tunggallah yang paling diminati dan disaksikan oleh masyarakat. Apalagi bagi kaula muda. Berduyun-duyun hanya untuk menyaksikan dan men­dengarkan alunan musik yang dicampur dengan suara dentu­man –dentuman yang membuat hiruh suasana. Continue reading “Nasib Kesenian Tradisional”

Bahasa »