Sastra Singo Edan Meraung Gemontang

(Reportase, bedah “Salam Mempelai” karya Tengsoe Tjahjono)
Sabrank Suparno

Ada beberapa analis yang pernah mengatakan, perihal seluk-beluk kesusastraan Malang. Termasuk asumsi yang dikemukakan bahwa sastrawan Malang cenderung inklusif, tipikal, kaku dll. Asumtor itu menunjuk satu indikator yang menurut pengamatan mereka, sikap sastrawan Malang selama ini menutup diri dengan jaringan komunitas lain, egois, ber-megalomania atas kebesaran masa lalunya. Pendeknya berputar membangun kediriannya, pandangan mengenai kepribadiannya di hadapan dirinya sendiri. Continue reading “Sastra Singo Edan Meraung Gemontang”

“Kita Kadang Kehilangan Semangat Kebersamaan”

(Wawancara Pawon dengan Izzatul Jannah)
http://pawonsastra.blogspot.com/

Denger-dengarlagi repot ngurus tesis S2 Pikologi UGM? Ada banyak rintangan?

Hmm iya, tahu saja, nih, saya sedang tesis. Kalau bicara rintangan, rintangan itu membuat kita semakin kuat dan bijaksana bukan? Hehe. Yah, rintangannya lebih banyak pada diri sendiri, saya pakai metode fenomenologi, pada fenomeneologi, ada metode bracketing, itu hal paling sulit bagi saya, karena pengalaman peneliti tidak boleh tercampur dengan fenomena yang sedang diteliti, sedangkan saya orang yang selalu terlibat dengan apapun yang saya lakukan… Continue reading ““Kita Kadang Kehilangan Semangat Kebersamaan””

SOLO DAN RUMAH SASTRA

Heri Maja Kelana*
http://pawonsastra.blogspot.com/

Akhirnya sampai juga di Solo, setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan dari Bandung (pake kereta ekonomi lagi). 12 jam di kereta, rasanya seperti dalam oven. Terus terang saya baru pertama kali ke Solo. Awalnya saya mengenal Solo hanya sebatas pada lagu Gesang “Bengawan Solo”. Solo cukup ramah, namun udaranya sangat panas. Mungkin karena saya terbiasa di udara dingin. Continue reading “SOLO DAN RUMAH SASTRA”

TITIK PUSAT SUNGAI KREATIF

Nurel Javissyarqi

Mencari, lebih tepatnya menentukan titik pusat penciptaan karya, sejenis jalan memasuk-nikmati ruang-waktu meditasi yang kudu dilakoni seniman. Ini tak dapat diganggu gugat; ketenangan jiwa, ketentraman bathin, kesantausaan fikiran, seyogyanya senantiasa dirawat dalam keluar-masuk peristiwa pada peredaran perubahan yang mengelilinginya. Apakah datangnya bencana, leluka terjatuh, kesenyapan hampa, senyuman tipis menghantui dalam menerjemah. Continue reading “TITIK PUSAT SUNGAI KREATIF”

Bahasa »