Ganug Nugroho Adi, Darmanto Jatman
suaramerdeka.com
PADA 1990-an penyair Darmanto Jatman menulis sajak yang menggagas Indonesia sebagai sebuah perusahaan, Patriotisme Kromo. Hampir 10 tahun kemudian, sajak itu memperoleh SEA Write Award (Penghargaan Sastra Asia Tenggara).
Seperti sajak-sajaknya yang lain, “demokratisasi bahasa” begitu kental dalam Patriotisme Kromo. Ya, demokratisasi. Barangkali itu sebagai kata ganti untuk menyebut keberanian Darmanto dalam memasukkan keberagaman kata, bahasa, juga nama-nama dari Jawa, Indonesia, Inggris, Cina, dan juga Belanda dalam puisinya. Continue reading “Darmanto Jatman: Manusia Sudah Disapih Gusti Allah…”
