Sewon

Muhammad Antakusuma

Jujur saya bingung, ketika Setyiko meminta untuk menulis terkait pameran lukisan yang akan diadakan bersama teman-temannya. Pertama, saya tak tahu tema apa yang ingin dipamerkan. Kedua, belum berjumpa dengan para senimannya. Jadi, mau menulis apa? Terserah, begitu katanya, pada suatu malam seusai pengajian. Lah, ini model pamerannya seperti apakah? Continue reading “Sewon”

Pertemuan dengan Umbu Landu Paranggi

Wayan Jengki Sunarta

Sabtu, 10 Agustus 2013, Umbu Landu Paranggi genap berusia tujuh puluh tahun. Sejak tahun 1979 dia menetap di Bali dan mengasuh banyak penyair muda menemukan jati dirinya di dunia puisi. Umbu tidak hanya memerhatikan puisi, dia juga diam-diam mengikuti perkembangan seni lainnya, semisal seni rupa, teater, musik, bahkan kesenian tradisional Bali. Dia mengagumi Ni Reneng, penari legong terkenal dari Kelandis, Denpasar dan juga mengagumi Gede Geruh, maestro penari Gambuh dari Denpasar. Continue reading “Pertemuan dengan Umbu Landu Paranggi”

Para Sastrawan yang Menjadi Pahlawan

Dede Nana

Memiliki kecintaan dalam dunia sastra, baik syair, puisi, novel, sampai naskah drama, tidak membuat mereka menutup mata atas peristiwa di sekitarnya. Mereka menyadari negara tidak sekadar membutuhkan pena, tapi juga senjata.

Kecintaan terhadap dunia sastra juga diikuti mereka dalam pertempuran senjata melawan para penjajah di bumi pertiwi. Dari sastrawan menuju pahlawan di masa pra sampai revolusi nasional Indonesia. Continue reading “Para Sastrawan yang Menjadi Pahlawan”

Bahasa ยป