Luka

Gde Artawan
http://www.balipost.com/

Pemilu untuk memilih anggota legislatif dan DPD telah usai; sebuah pesta menyisakan kemenangan dan kekalahan bagi sebagian kecil orang-orang, tetapi di sisi lain menyisakan luka pada pohon-pohon. Hampir sebagian besar pohon di kota itu terluka. Pada masa kampanye batang-batang pohon dipaku, diikat kawat untuk memasang bendera peserta pemilu atau memaku poster calon DPD yang terbuat dari triplek. Continue reading “Luka”

K U W E N

Siti Sa’adah
Surabaya Post 25 Juli 2010

Siapa berani mengartikan sabda nabi surga ada di telapak kaki ibu secara harfiah? Mungkin akulah yang pertama. Barang siapa berani membantah atau menertawakan, langsung kusodorkan bukti nyata ini.
***

Aku sedang tertimbun kenikmatan di surga, tetapi siapa yang akan percaya? Continue reading “K U W E N”

Pelarian

Aris Kurniawan
http://www.surabayapost.co.id/

Pada malam bertabur bintang itu Gunadi pergi meninggalkan Ranti. Perempuan yang baru dinikahinya dua jam yang lalu. Gunadi menjinjing jaket dan ranselnya, membuka jendela, dan meloncat dari sana menerbos remang malam. Meninggalkan Ranti yang menangis sesenggukan di tepi ranjang.

?Maaf, Ranti, aku tidak bisa meneruskan perkawinan ini,? ucap Gunadi seusai bersetubuh dengan perempuan berambut lurus itu. ?Kamu ternyata sudah tidak perawan,? sungut Gunadi geram, sembari membenahi pakaiannya, sebelum melompat dari jendela. Continue reading “Pelarian”

Selilit Penjara Suci

Siti Sa’adah
Koran Radar Mojokerto

Sinar matahari porak-porandakan kesejukan hari, terasa gerah, padahal sedang dikamar pondok, bagaimana kalau di dalam ruang kelasku yang sempit itu? Untuk tiga hari kedepan sekolahku memang pulang lebih awal, yaitu saat berl istirahat, karena setelah istirahat di pakai anak kelas tiga untuk try out, bulan-bulan ini kakak kelas tiga tampangnya seperti berubah, gak banyak omong. Tambah rajin beribadah, mereka tidak mau atau lebih tepatnya istirahat untuk begejekan, ngerumpi di tengah-tengah jam belajar, ah, UAN punya kekuatan magic untuk merubah perilaku orang yang biasa meremehkan waktu menjadi menghargainya. Continue reading “Selilit Penjara Suci”

P u l a n g

S. Jai
Radar Surabaya, 22 Agu 2010

KETIKA aku datang kali pertama di dusun itu, rumahnya bobrok ditumbuhi kebun nanas yang sulit dijangkau manusia. Rimbun pohon bambu dengan ujung-ujungnya yang menyentuh tanah menggelikan aku. Bahwa ini bukan tempat yang cocok buatku. Bila malam hari lampu teplok berbinar melawan bintang atau bulan yang terhalang. Continue reading “P u l a n g”

Bahasa ยป