Ziarah

Sanie B. Kuncoro *
jawapos.co.id

APAKAH yang akan kita temukan pada sebuah ziarah?

Pada masa kecilku dulu, nenek selalu mengunjungi beberapa makam pada sebuah bulan tertentu. Makam-makam itu terbuat dari batu granit berbentuk tapal kuda, dengan gundukan tanah berumput di bagian tengah. Bongpay, demikianlah bangunan makam itu disebut. Di bagian depan, semacam altar, terpasang batu nisan terbuat dari marmer dengan tulisan China. Berbaris menurun huruf China itu, tak kupahami satu huruf pun. Continue reading “Ziarah”

RONTAAN TANAH IBU

Sabrank Suparno *

Surat-surat luapan keluh

Ayah… Bunda.., kalian tau gak! Sekarang aku bagaimana? dan ada di mana? Dalam kembara rantauku, jauuuh sekali. Mengelanai ruang-ruang hampa. Ahirnya aku sampai di suatu tempat yang tak bernama. Tempat ini sunyi, pengap, pekat, sesak, berdinding plasma yang buntu, tak bercerca, tak berjendela. Berjuta tahun aku disini sendirian. Sepi… Ayah… aku takut.! Kian hari kian mencekam Bunda…! Continue reading “RONTAAN TANAH IBU”

Malina dalam Bus Tua

Yetti A.KA *
jawapos.com

Malina belum menentukan ke mana ia akan pergi ketika ia menumpang bus tua. Dia hanya tahu bus itu akan keluar dari kota kecil tempat ia tinggal, dan itu pula tujuannya.

Ada beberapa kursi kosong. Malina bergerak ke dalam dan memilih duduk di pinggir, dekat jendela yang terbuka. Kursi di sampingnya belum terisi. Udara cukup dingin, digesernya kaca jendela sampai rapat. Tas warna hitam yang mengembung ia letakkan di antara kedua kaki. Continue reading “Malina dalam Bus Tua”

Nol: Angka—Manusia

Pringadi AS
http://reinvandiritto.blogspot.com/

I.
Saya sungguh tak pernah berbohong. Tak pernah menyebut satu sebagai dua. Dua sebagai tiga. Atau sebagai lainnya. Sebab saya yakin bahwa satu adalah satu, dua adalah dua. Tak boleh diganti-ganti. Saya juga tak pernah menyebutkan lima tambah lima sama dengan lima kali dua meski sama-sama sepuluh hasilnya. Sebab saya tahu keduanya tak sama: beda struktur aljabarnya. Seperti itulah saya, yang tidak pernah berbohong. Continue reading “Nol: Angka—Manusia”

Kematian Matali

Mashuri

Matali bunuh diri! Peristiwa itu langsung menggemparkan kampung Gombalmukiyo. Kampung ini termasuk kampung kecil yang terletak di pinggiran kota, dikelilingi parit kecil, dipenuhi tanaman hijau nan perdu; kampung yang oleh media massa disebut sebagai kampung tempat orang menghilangkan penat karena udara masih murni dan suasananya bisa membuat orang bahagia. Continue reading “Kematian Matali”

Bahasa ยป