Tembang Kenangan Itu

Hery Firyansyah
http://www.suarakarya-online.com/

Rio, mendendangkan lagi tembang kenangan itu. “Putri, ini Ayah. Ayah, ini Putrimu.” Lantas kudengar suara Rio tertawa bersama putriku, diakhir setiap dendang itu. Aku selalu ingin keluar dari tubuhku, kalau kudengar dendang itu. Tapi, aku tidak bisa melakukan apapun, tentu saja. Seperti aku tidak bisa mengatakan pada Rio (suamiku) siapa ayah, dari putriku? Continue reading “Tembang Kenangan Itu”

Wajah Itu Membayang di Piring Bubur

Indra Tranggono
Kompas, 8 April 2012

SELALU setiap hari, Sumbi menyiapkan bubur gula jawa kesukaan Murwad, suaminya. Bubur itu ia buat sendiri, dari beras terbaik—rojo lele—yang dicampur santan kelapa kental, sedikit garam dan ditaburi gerusan gula jawa. Setiap menyajikan bubur itu, mulut Sumbi selalu mengucap doa untuk keselamatan Murwad yang hingga kini belum pulang. Continue reading “Wajah Itu Membayang di Piring Bubur”

Kang Maksum

A. Mustofa Bisri
Jawa Pos, 15 Jan 2012

Masya Allah! Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun!

Tidak mungkin, tidak mungkin! Kang Maksum? Ah….

BERITA itu cepat beredar. Berita yang benar-benar mengguncang kotaku. Di mana-mana—di pasar, di warung-warung, di perkantoran, di sekolah-sekolah—berita itu mendominasi pembicaraan. Seperti biasa, orang-orang pun asyik menduga-duga dan menganalisis. Continue reading “Kang Maksum”

Kebohongan Ustad Baihaqi

Hasan Al Banna
Jawa Pos, 4 Maret 2012

SETIBA di rumah, air muka Baihaqi keruh. Apa pasal? Apalagi, kalau bukan karena aduan istrinya perihal kedatangan tamu lepas asar tadi. Lama Baihaqi terpaku. Dia mengais janggutnya dengan jemari, seolah hendak melacak jawaban. Namun, dia tetap tak kuasa membebaskan diri dari sandera pertanyaan: mengapa Ujang Pelor bertamu ke rumahnya? Continue reading “Kebohongan Ustad Baihaqi”

Ode buat Babi Hutan

Indra Tranggono
Suara Merdeka, 12 Feb 2012

SEEKOR babi hutan membeku dalam padat tembikar. Matanya merah, menatap nanar. Menatapmu. Menatap siapa saja yang melintas dalam manik matanya. Taring-taringnya putih agak abu-abu, kusam dengan noktah-noktah darah. Tubuhnya agak tambun, lebat ditumbuhi bulu-bulu kasar. Pada tubuh yang mirip punggung bukit kecil itu, menganga lubang 3X ? sentimeter, tempat kamu memasukkan uang keras atau koin uang. Continue reading “Ode buat Babi Hutan”

Bahasa »