Sepasang Mata Anjing Biru

Gabriel Garcia Marquez
diterjemahkan Ramadhani
Suara Merdeka, 10 April 2011

DAN dia menatapku. Kukira dialah yang kali pertama menatapku, tapi kemudian ketika dia berbalik di belakang lampu masih kurasakan wajahnya yang licin dan berminyak di belakangku, di dekat bahuku. Lalu aku mengerti akulah yang pertama menatapnya. Kunyalakan rokok. Kuisap dalam-dalam sebelum aku berputar di kursi yang bertumpu hanya di satu kaki. Setelah itu aku melihatnya di sana, seolah dia berdiri di samping lampu, menatapku setiap malam. Continue reading “Sepasang Mata Anjing Biru”

Raksasa yang Rakus

Oscar Wilde
diterjemahkan Toto Sudarto Bachtiar
Pikiran Rakyat, 08 Jan 2002

SETIAP petang setelah pulang dari sekolah anak-anak itu pergi bermain di kebun Raksasa. Kebunnya indah dengan rumput yang lembut. Di sana-sini di atas rerumputan muncul bunga-bunga yang cantik bagaikan bintang-gemintang, dan di kebun itu juga tumbuh dua belas pohon persik yang pada musim semi merekah menjadi putik-putik yang ranum berwarna ungu dan kelabu kebiru-biruan dan pada musim gugur berbuah lebat. Continue reading “Raksasa yang Rakus”

Tuyul

Nyoto
Riau Pos, 06 Agu 2003

HAMPIR tak kupercaya, uangku yang tersusun rapi digasak maling. Tapi tak habis semua, hanya beberapa lembar. Namun maling itu tak kunjung kutemukan. Jangankan batang hidungnya, jejaknya pun nyaris tak ada. Kerjanya cukup rapi sehingga tak meninggalkan jejak perbuatan yang berarti bagiku. Continue reading “Tuyul”

Pemburu Air Mata

Noviana Kusumawardhani
Kompas, 27 Feb 2011

Buat penggemar matahari, malam selalu menakutkan. Karena hanya pada malam, semua khayalan tentang iblis dan hantu memiliki tempatnya. Malam entah kenapa selalu memecahkan rongga-rongga dada dan membuat denyut jantung lebih cepat.

Terkadang gemerisik angin terlembut pun entah kenapa tetap membuat helaan napas menjadi lebih berat. Malam adalah waktu di mana hanya boleh dimiliki oleh orang-orang yang menahbiskan dirinya pada kekuatan hati. Continue reading “Pemburu Air Mata”

Bahasa ยป