Tag Archives: David Krisna Alka

Pengarang Perempuan dan Sastra Transformatif

David Krisna Alka
http://pawonsastra.blogspot.com/

Hal-hal mengenai perempuan memang tak kunjung surut untuk “dikupas.” Daya tarik perempuan banyak menghiasi ruang-ruang dalam kehidupan dunia ini, terutama dalam ruang seni dan budaya. Salah satunya adalah ruang kreatifitas perempuan dalam menulis karya sastra.

Perempuan Menulis Puisi

David Krisna Alka
http://www.sinarharapan.co.id/

Perempuan penyair Indonesia dilihat dari segi kuantitas dan kualitas sangat sedikit dibandingkan dengan laki-laki penyair. Beberapa perempuan penyair seperti Toety Heraty, St. Nuraini, S. Rukiah dan Isma Sawitri, karya-karya mereka kini sudak tak pernah terlihat lagi. Apa masalahnya? Padahal kekuatan rasa perempuan lebih tinggi dan mendalam dari laki-laki, jika mulanya kekuatan puisi adalah rasa sebelum kata.

Nasionalisme Para Penyair

David Krisna Alka
http://www.sinarharapan.co.id/

Dalam melihat perkembangan kesusastraan Indonesia, asas nasionalitas atau kebangsaaan penting untuk ditekankan. Mulanya nasionalisme itu dipahami sebagai manifestasi patriotisme radikal melawan kolonialisme dan imperialisme, hanya sekedar mengusir penjajah dari Tanah Air, perasaan senasib dan sepenanggungan di bawah penindasan kolonialisme dan imperialisme. Pada waktu itu, nasionalisme adalah kebangkitan untuk memerdekakan diri dari penjajah. Setelah itu, perjuangan beralih pada wilayah menata model kebangsaan dan mengatur penyelenggaraan negara yang akan dijalani.

Mengajarkan Anak Jalanan Menulis Sastra

David Krisna Alka
http://www.sinarharapan.co.id/

Mengapa harus takut pada matahari
kepalkan tangan lawan teriknya
Mengapa harus takut pada malam hari,
nyalakan lilin sebagai penerangnya.
(Syair Anak Jalanan)

Membangkitkan Kembali Sastra Profetik

David Krisna Alka
http://www.sinarharapan.co.id/

Dalam membaca karya sastra khususnya puisi, mayoritas penikmat sastra mendambakan nuansa keindahan setelah membaca karya sastra. Oleh karena itu, banyak penyair berusaha menuangkan harmoni kata yang indah dalam setiap karya puisi mereka, walau maksud dari puisi tersebut adalah kegetiran kata yang tak tampak pada kasatmata.