Defri Werdiono
Kompas, 11 Desember 2015
Sejak duduk di bangku sekolah menengah atas, ia sudah menulis puisi dan dimuat di media berbahasa Jawa. Beberapa waktu kemudian, dia mendirikan komunitas pencinta sastra, arisan sastra, hingga lembaga berbadan hukum yang fokus mengawal literasi. Sebanyak 28 buku tentang politik, filsafat, dan pendidikan telah dihasilkannya, plus lima buku yang ditulis secara bersama. Continue reading “Nurani Soyomukti, Penggiat Literasi di Trenggalek”
