PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (1)

Djoko Saryono

/1/
Banyak pakar sudah menjelaskan pengertian sejarah sebagai istilah keilmuan. Gottschalk (1985:27) bilang bahwa sejarah adalah rekonstruksi masa lampau makhluk manusia yang sudah terjadi. Sama dengan hal ini, Abdullah (1985:ixxiv) juga bilang bahwa sejarah adalah rekonstruksi masa lampau yang terikat oleh waktu, pelaku, dan tempat tertentu dan didasarkan atas fakta sejarah sebagai ujud pembuktian. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (1)”

RISIKO SASTRA DI BAWAH SUBORDINASI BAHASA

Djoko Saryono *

/1/
Dalam pemikiran sastra atau teori sastra modern dan malah mutakhir, paradigma kebahasaan berperanan sangat kuat dalam menentukan keberadaan sastra dan mencipta¬kan definisi sastra. Bahasa menjadi alas, dasar, dan landasan keberadaan dan definisi sastra. Pemikiran Rolland Barthes, Roman Jakobson, Gerard Genette, Tzvetan Todorov, Julian Kristeva, Derrida, dan Colin MacCabe, misalnya, menempatkan bahasa sebagai paradigma keberadaan dan pendefinisian sastra. Demikian juga teori-teori formalis, stilistika, strukturalis, pascastrukturalis, hermeneutika, dan dekonstruksi, misalnya, melihat keberadaan dan definisi sastra melalui bahasa. Continue reading “RISIKO SASTRA DI BAWAH SUBORDINASI BAHASA”

PERLAMBANGAN TASAWUF DALAM SASTRA

Djoko Saryono *

Gagasan-gagasan tasawuf dalam sastra – yang merupakan transformasi dan manifestasi ajaran-ajaran tasawuf – biasanya tidak dituangkan secara lugas dan langsung, melainkan sering dituangkan dengan memanfaatkan lambang-lambang (simbol-simbol). Pengalaman-pengalaman mistis atau tasawuf yang sangat subjektif dan acap personal dapat lebih mudah dicerna dan dipahami apabila diejawantahkan ke dalam lambang-lambang. Continue reading “PERLAMBANGAN TASAWUF DALAM SASTRA”

Bahasa »