Djoko Saryono *
/1/
Dalam pemikiran sastra atau teori sastra modern dan malah mutakhir, paradigma kebahasaan berperanan sangat kuat dalam menentukan keberadaan sastra dan mencipta¬kan definisi sastra. Bahasa menjadi alas, dasar, dan landasan keberadaan dan definisi sastra. Pemikiran Rolland Barthes, Roman Jakobson, Gerard Genette, Tzvetan Todorov, Julian Kristeva, Derrida, dan Colin MacCabe, misalnya, menempatkan bahasa sebagai paradigma keberadaan dan pendefinisian sastra. Demikian juga teori-teori formalis, stilistika, strukturalis, pascastrukturalis, hermeneutika, dan dekonstruksi, misalnya, melihat keberadaan dan definisi sastra melalui bahasa. Continue reading “RISIKO SASTRA DI BAWAH SUBORDINASI BAHASA”