Paradoks Melayu

(Sindiran terhadap Melayu dalam “Penat Tak Sudah Jadi Melayu” Karya Eddy Ahmad RM)
Dr Junaidi *
http://www.riaupos.co.id/

SAJAK “Penat Tak Sudah Jadi Melayu” karya Eddy Ahmad, RM terdapat dalam kumpulan puisi Baca Sajak Bersama Gubernur Riau, Pemred dan Penyair Media (2011). Sajak ini sangat menarik untuk dikaji karena di dalamnya terkandung sindiran tajam yang disampaikan orang Melayu terhadap diri mereka sendiri dengan menampilkan kondisi-kondisi paradoksal antara dunia idealis dan realitas. Judul sajak ini menggambarkan rasa ketidakpuasan dan kemarahan terhadap Melayu pada hari ini. Continue reading “Paradoks Melayu”

Inferioritas Anak Negeri dalam ”Pipa Air Mata” dan ”Jalan Sumur Mati”

Dr Junaidi
Riau Pos, 29 Nov 2009

Cerpen “Pipa Air Mata” (karya M Badri) dan “Jalan Sumur Mati” (karya Olyrinson) sama-sama menampilkan potret masyarakat tempatan yang menderita meskipun mereka tinggal di lingkungan perusahaan minyak yang sangat kaya. Kedua cerpen ini dihimpun dalam buku Pipa Air Mata terbitan Yayasan Sagang Pekanbaru. Tulisan singkat ini bertujuan untuk mengungkapkan kondisi inferioritas masyarakat tempatan berbanding dengan superioritas perusahaan minyak besar. Continue reading “Inferioritas Anak Negeri dalam ”Pipa Air Mata” dan ”Jalan Sumur Mati””

Melihat Peta Penyair Perempuan Riau

Junaidi
Riau Pos, 14 Agus 2011

APAKAH ada dikotomi sastra berdasarkan jenis kelamin? Mengapa lahir pula istilah feminisme, sastra perempuan, atau penyair perempuan? Anehnya tidak ada istilah maskulinisme, sastra laki-laki, atau penyair laki-laki yang berkembang. Lahirnya istilah perempuan dalam dunia sastra, baik dalam kritik sastra mapun penciptaan karya sastra disebabkan mitos inferioritas perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Adanya polarisasi laki-laki dan perempuan merupakan realitas penciptaan yang harus diterima. Continue reading “Melihat Peta Penyair Perempuan Riau”

Fungsi Sosial Karya Sastra

Dr Junaidi
http://www.riaupos.com/

Realitas sosial yang kita hadapi sering tidak sesuai dengan harapan orang kebanyakan orang.
Ketidaksesuaian realitas dengan harapan cenderung menimbulkan ketidakpuasan dan rasa ketidakpuasan itu mendorong orang untuk melakukan tindakan yang bersifat kontra terhadap realitas, misalnya dengan melakukan demonstasi kepada para pemimpin, penguasa, pejabat, anggota dewan, dan manajemen perusahaan. Bahkan ada teori yang menyatakan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa cenderung menyimpang dari ketentuan yang berlaku akibat syahwat kekuasaan sering sulit untuk dikendalikan. Continue reading “Fungsi Sosial Karya Sastra”

Romantisme yang Bermakna dalam Nyanyian Kemarau

Dr Junaidi
http://www.riaupos.com/

Novel Nyanyian Kemarau tidak hanya sekadar novel yang bercerita tentang kisah cinta laki-laki dan perempuan. Novel ini menampilkan persoalan sosial yang lebih kompleks yang dihadapi oleh masyarakat lokal (Riau) dan Indonesia. Menariknya, kompleksitas persoalan yang ditampilkan dalam cerita ini dapat dikemas dengan gaya bercerita yang sederhana sehingga membuat kisah yang disampaikan mengalir dengan lancar. Continue reading “Romantisme yang Bermakna dalam Nyanyian Kemarau”