Siapa Penghancur Majapahit, Bung?

Fahrudin Nasrulloh *
jawapos.com

Sejarah mulanya bak segelembung ingatan dalam proses kehancurannya sendiri hingga akhirnya musnah. Maka, saya sepakat dengan kegelisahan Derek Walcott untuk berkata: ”Jika sejarah di ambang sirna, maka yang lahir adalah tirani dan kebodohan.” Ini terbukti kala kecerobohan kebijakan Jero Wajik disambut dengan kebandelan Bupati Mojokerto Suwandi yang tetap mendukung proyek Pusat Informasi Majapahit diteruskan di Trowulan (Radar Mojokerto: 15/1/09). Continue reading “Siapa Penghancur Majapahit, Bung?”

Ayo, Hancurkan Majapahit!

Muhidin M Dahlan *
jawapos.com

Merujuk kronik Indonesia 2009, media massa pada pekan pertama tahun ini menyuguhkan dua isu ”besar”: Perang Gaza dan hancurnya situs Trowulan. Penyerbuan Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang barbarian mencabik nalar waras sebagai masyarakat beradab dalam masyarakat ultrateknologi. Sementara ”penghancuran” situs Trowulan oleh pemerintah atas nama pembangunan Trowulan Information Centre adalah jalan pemusnahan sejarah diri sendiri. Terutama sejarah peradaban Majapahit yang terpaku di bawah tanah Trowulan. Continue reading “Ayo, Hancurkan Majapahit!”

SASTRA PESISIR JAWA TIMUR DAN SULUK-SULUK SUNAN BONANG?

Abdul Hadi W. M.
icas-indonesia.org

Jawa Timur adalah propinsi tempat kediaman asal dua suku bangsa besar, yaitu Jawa dan Madura, dengan tiga sub-etnik yang memisahkan diri dari rumpun besarnya seperti Tengger di Probolinggo, Osing di Banyuwangi dan Samin di Ngawi. Dalam sejarahnya kedua suku bangsa tersebut telah labih sepuluh abad mengembangkan tradisi tulis dalam berkomunikasi dan mengungkapkan pengalaman estetik mereka. Continue reading “SASTRA PESISIR JAWA TIMUR DAN SULUK-SULUK SUNAN BONANG?”

SASTRA JAWA TIMUR DAN KRISIS KRITIK SASTRA

S Yoga
kompas.com

Memperhatikan kehidupan sastra di Jawa Timur akhir-akhir ini, nampaknya cukup memprihatinkan. Satu sisi banyak karya-karya sastra yang lahir baik novel, cerpen maupun puisi. Baik itu ditulis oleh pengarang-pengarang senior maupun yang muda-muda. Sementara itu kritik sastra atau kritikus yang muncul di Jawa Timur sangat sedikit. Apalagi kritikus yang muda. Sehingga perbandingan dari jumlah karya sastra dan kritik sastra begitu tidak berimbang. Continue reading “SASTRA JAWA TIMUR DAN KRISIS KRITIK SASTRA”

Bahasa ยป