Terbakar Pesona Revolusi

J.J. Rizal
http://majalah.tempointeraktif.com/

Cerita Pram ini jauh menonjol dari naskah mana pun yang mampu memaksa kita menimbang kembali berbagai anggapan, pendapat, serta klise tentang revolusi dan ide kebangsaan serta perkaitannya dengan pemuda.

“REVOLUSI itu persis orang membakar sampah. Ia bukan sekadar membuang, melemparkan, dan menabun semua yang kotor, juga tak berguna. Continue reading “Terbakar Pesona Revolusi”

Negara tanpa Rakyat?

Parakitri T. Simbolon
http://majalah.tempointeraktif.com/

TIDAK SULIT membicarakan pergerakan kebangsaan kita menurut kajian sarjana asing. Pilihan sangat banyak, baik dalam bentuk, cakupan kurun waktu, maupun sudut pandang. Yang sulit adalah menemukan satu-dua perkara yang terus mengusik rasa ingin tahu setelah selesai membaca sejumlah kajian, sendiri-sendiri ataupun serangkaian, ibarat seutas benang merah yang menjelujuri permasalahan gerakan kebangsaan kita selama ini. Ini sulit, karena benang merah menuntut kesinambungan sejumlah kajian, padahal satu kajian lebih sering menolak atau mengubah kajian lain. Continue reading “Negara tanpa Rakyat?”

Menggugat Budi Utomo

Asvi Marwan Adam*
http://majalah.tempointeraktif.com/

MAKNA diperingatinya suatu peristiwa menurut Mona Ozouf adalah menunjukkan bahwa kita masih tetap sama seperti dulu dan akan tetap seperti itu pada masa mendatang. Sejarawan Prancis itu berbicara tentang fungsi pengawetan peristiwa bersejarah. Namun peringatan kebangkitan nasional justru sengaja dilakukan secara intensif pada saat-saat bangsa kita mengalami kesulitan besar. Ketika Indonesia yang wilayahnya sangat terbatas mendapat tekanan dari dalam negeri serta kemungkinan serangan dari pihak Belanda, di Yogyakarta pada 1948 hari lahir Budi Utomo diperingati sebagai tonggak ?kebangoenan nasional?. Continue reading “Menggugat Budi Utomo”

DESAKU MENEBAR FILSAFAT AYU

Nurel Javissyarqi*
http://media-sastra-nusantara.blogspot.com/

?Fikirkanlah coretan-coretan di dinding Ibukota, adanya istilah MERDESA, sebelum meletusnya balada pemberontakan anak-anak Jatinegara?

Desa itu daerah kendali perekonomian kota. Tata letak spiritualitas pemampu berpeluang menentukan gerak-gerik bangsanya. Sekilas terlihat orang desa berkiblat pandangan kota, padahal orang kota tidak asyik lagi menatap kesehariannya. Dari desa-lah terpelihara keindahan nurani, kemanusiaan agung terpanggil menciptakan atmosfir damai. Continue reading “DESAKU MENEBAR FILSAFAT AYU”

Spiritualitas dalam Sastra Tidak Pernah Mati

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Karya sastra bertema spiritualitas ternyata masih diminati dikalangan pembaca. Paling tidak bisa dilihat dari hasil survei Bale Sastra Kecapi yang diadakan September belum lama ini. Berdasarkan hasil survei dari 100 responden di Jakarta dan sekitarnya inilah Bentara Budaya mengusung agenda acara diskusi “Spiritualitas dalam Sastra”, baru-baru ini. Continue reading “Spiritualitas dalam Sastra Tidak Pernah Mati”

Bahasa ยป