Menerjemahkan atau Menjinakkan Kartini?

Joss Wibisono *
Majalah Tempo, 24 Apr 2017

Menerjemahkan sebuah naskah adalah mencari padanan kata, kalimat, atau ungkapan bahasa yang digunakan dalam naskah itu ke dalam bahasa lain. Padanan di sini mensyaratkan persamaan yang setaraf, yang berimbang atau berbobot sama. Lebih dari itu, penerjemahan juga mensyaratkan pemahaman nuansa sebuah tulisan; terjemahan yang berhasil akan berhasil pula menerjemahkan nuansa sebuah karya, apalagi kalau karya itu berbobot sastra. Continue reading “Menerjemahkan atau Menjinakkan Kartini?”

Perihal Sastra Kerakyatan, Sastra Pergerakan, dan Sastra Perlawanan

Djoko Saryono *

/1/
Makna istilah rakyat dan bukan rakyat bisa merujuk pada kategori sosial politik dan sosial ekonomi. Ketika ada pejabat mengatakan bahwa rakyat nggak jelas, dia memosisikan diri sebagai penguasa. Di sini istilah rakyat beroposisi biner dengan penguasa, yang bisa kita sebut sebagai kategori sosial politik. Tatkala para politikus dan pejabat pemerintah selalu menyebut kata rakyat di dalam setiap pidato, mereka sedang membuat garis batas makna antara rakyat dan bukan rakyat, yang juga bisa kita sebut sebagai kategori sosial politik. Continue reading “Perihal Sastra Kerakyatan, Sastra Pergerakan, dan Sastra Perlawanan”

Bahasa ยป