Bahasa Indonesia dan Puisi

Berthold Damshauser *
Majalah Tempo, 18 Nov 2012.

Sudah saatnya saya melapor lagi tentang sebuah diskusi pada jam mata kuliah bahasa Indonesia di Universitas Bonn. Bayangkan! Di antara mahasiswa saya ada yang tertarik pada puisi Indonesia! Bahkan ada yang mencoba menerjemahkannya ke bahasa Jerman. Namun upaya itu mengakibatkan mereka frustrasi. Continue reading “Bahasa Indonesia dan Puisi”

Semua Kata Mendua

Putu Wijaya *
Majalah Tempo, 15 Nov 2010

Arti sebuah kata adalah hasil sebuah perjanjian. Kamus melakukan kodifikasi tapi selalu terlambat, karena praktik bahasa bisa membelot dan berkhianat dengan seenak perutnya. Tidak ada hukum suci yang bisa membatasi karier sebuah kata. Tata bahasa boleh menjadi pengawal yang kejam, tapi sebuah kata bagai seniman bebas yang petualangannya menyelusup dan berbelok tajam tak bisa diramal. Continue reading “Semua Kata Mendua”

Spiritualitas yang Hilang

Ayu Utami *
Majalah Tempo, 6 Okt 2014

Saya pernah berdebat dengan editor saya tentang suatu cara pengungkapan. Kami sedang menyiapkan novel Bilangan Fu. Satu kalimat dalam naskah saya berstruktur ini: padaku ada sesuatu. Mungkin agar pembaca mudah paham, editor ingin menyederhanakan kalimat itu dan menggantinya jadi: aku punya sesuatu. Kenapa harus pakai struktur yang rumit jika ada yang lebih jelas? Kenapa gunakan tata bahasa kuno jika ada yang modern? Continue reading “Spiritualitas yang Hilang”

Bahasa Pengantar di Lembaga Pendidikan

Ajip Rosidi *
Pikiran Rakyat, 27 Nov 2010

Pada 1951, UNESCO menganjurkan agar bahasa pengantar yang digunakan di lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah sebaiknya bahasa ibu anak-anak didik karena bahasa ibu lebih mesra dan lebih dikuasai oleh anak didik. Akan tetapi, pemerintah Republik Indonesia pada 1953 melalui Undang-Undang Pendidikan menetapkan bahwa di sekolah rakyat 6 tahun, yang sebelumnya menggunakan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar untuk semua mata pelajaran, hanya boleh digunakan sebagai bahasa pengantar di kelas I-III. Continue reading “Bahasa Pengantar di Lembaga Pendidikan”

Bahasa ยป