Novel Tak Bertuan

(Expresi diantar­­­­­­­a nilai-nilai moral dan agama)

Awalludin GD Mualif

Novel sebagai bagian dari karya sastra, mempunyai bentuk dan proses penceritaanya sendiri yang terikat dalam hukum-hukumnya. Proses dan bentuk yang menghasilkan kecemasan, ketakutan serta harapan, sebab akibat, penyampaian gagasan, nilai pesan-pesan dalam frame dan dunia yang diciptakan penulisnya. Seperti Tuhan yang menciptakan semesta, sebagai latar bagi insan, demikian juga manusia (penulis) mencipta karya sastra, dimana unsur sastra menjadi latar bagi para tokoh yang digambarkan oleh penulis. Continue reading “Novel Tak Bertuan”

MAJALAH SENI BUDAYA DI JATIM

Aming Aminoedhin *

Sastra sebagai salah satu cabang seni, cukuplah banyak digemari oleh masyarakat di Jawa Timur. Hal tersebut dapat terlihat dari maraknya keberadaan komunitas sastra, baik Indonesia maupun Jawa yang hidup dan berkembang di Provinsi Jawa Timur. Komunitas-komunitas tersebut misalnya: FASS (Forum Apresiasi Sastra Surabaya), Forasamo (Forum Apresiasi Sastra Mojokerto), Sanggar Sastra Kalimas (Unesa), Komunitas Sastra Rabo Sore (Unesa), FS3LP (Forum Studi Sastra & Seni Luar Pagar Unair), FSBS (Forum Sastra Bersama Surabaya), Continue reading “MAJALAH SENI BUDAYA DI JATIM”

M. Paus (Membaca: “Pesan al-Qur’an untuk Sastrawan”) karya Aguk Irawan MN

Nurel Javissyarqi *

Sudah lama saya tidak menulis, Bismillah…
Tanggal 15 Juli 2012 saya membedah salah satu karyanya penulis ini (Penakluk Badai; novel biografi KH. Hasyim Asy’ari) tanpa makalah (lantaran informasi kepada saya mendadak, dan di hari itu juga mengisi acara di kampus STITAF, Siman, Sekaran, Lamongan, dengan makolah bertitel “Pendidikan; Prospek Pembentuk Karakter Budaya”, untunglah jadwal waktunya tidak bertabrakan; pagi hingga siangnya di Pesantren Sunan Drajad, siangnya sampai sore di kampus). Continue reading “M. Paus (Membaca: “Pesan al-Qur’an untuk Sastrawan”) karya Aguk Irawan MN”

Kritik Postkolonial: Jaringan Sastra atas Rekam Jejak Kolonialisme

Puji Santosa

Tonggak kelahiran teori postkolonial ditandai dengan terbitnya buku Edward W. Said (1978), Orientalism. Tesis utama buku karya Said tersebut menggunakan pendekatan hubungan antara kekuasaan dan pengetahuan. Sebagaimana diantarkan oleh Michael Foucault dalam bukunya, The Archeology of Knowledge (1972) dan Discipline and Punish: The Birth of the Prison (1977), Continue reading “Kritik Postkolonial: Jaringan Sastra atas Rekam Jejak Kolonialisme”

Bahasa »