M.D. Atmaja
Keberadaan karya sastra dibentuk oleh masyarakat yang melalui tangan seorang sastrawan (penulis) karya sastra itu dihadirkan yang sebenarnya untuk masyarakat itu sendiri. Sastrawan sebatas pada sarana dalam pemanifestasian gejala sehingga keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari unsur utama pembentuk karya yang dihasilkan. Pun, latar belakang serta kedudukan sosial mempengaruhi karya dalam proses penciptaan yang secara tidak langsung menyusupkan tendensi. Continue reading “Pedagogi: Humanisme Edukasi Sastra”
