Hukum Keadilan; Pesta Pora Para Pemangsa!

Salman Rusydie Anwar

Dengan penuh nekat, saya mencoba mengutip pernyataan Thorstein Veblen sebagaimana dikutip Albert Einstein dalam salah satu artikelnya yang berjudul Why Socialism? untuk ikut nimbrung berbicara mengenai temuan aparat penegak keadilan berkenaan dengan adanya fasilitas mewah yang diberikan untuk beberapa tahanan elite di Rumah Tahanan Jakarta beberapa hari yang lalu. Continue reading “Hukum Keadilan; Pesta Pora Para Pemangsa!”

Kursi Legislatif Penulis

Sabrank Suparno

Penulis adalah jiwa yang merdeka. Dengan menulis, kegelisahan jiwanya tak terbelenggu. Semua dapat di nukilkan dalam tulisan. Demikian juga hasil karya sebuah tulisan, kontruksi model kepenulisannya tidak jauh dari biografi penulisnya: teknik penulisan, pilihsn diksi, penuangan alur ketika menghanyutkan karya pada sebuah arus tertentu. Continue reading “Kursi Legislatif Penulis”

Posisi Negeri Pengarang di Jawa Timur

(Surat Terbuka Buat Arif B Prasetya, W. Hariyanto, Fachrudin Nasrullah, Rahmat Giryadi)

S. Jai *

HAMPIR pasti tiada suatu negeri tanpa bayang-bayang penguasa. Fatalnya hal serupa terjadi pada negeri sastra -tempat berdiam puisi, prosa atau drama. Ini yang tertangkap dari sebalik ulasan kritikus sastra Arif Bagus Prasetyo tentang “Jawa Timur Negeri Puisi,” Jawa Pos 25 Juli lalu.

Prosa berada di bawah bayang-bayang puisi. Sementara ekspresi penyair berada di sebalik kurungan keengganan dan kemiskinan berbahasa Indonesia. Dengan kata lain visi kepenyairan lebih berada di bawah ketaksadaran ketimbang kesadaran akan -dalam bahasa Gadamer- bildung, weltanchauung, sensus communis, judgement, taste. Continue reading “Posisi Negeri Pengarang di Jawa Timur”

INDONESIA, ITU SAJA!

Liza Wahyuninto
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

Sejarah adalah kumpulan banyak hal yang bisa kita hindari (Konrad Adenauer)

Membincang keindonesiaan adalah seperti bercerita tentang diri kita kepada seorang teman. Keindonesiaan adalah kehidupan kita sehari-hari dalam memaknai diri sebagai warga Negara Indonesia. Tentu saja, keindonesiaan kemudian menjadi harga mati bagi setiap warga Negara yang dilahirkan di negeri surgawi ini. Cara memaknainya juga beragam, dan tidak harus diseragamkan. Continue reading “INDONESIA, ITU SAJA!”

Namrud dan Matahari Ibrahim

Salman Rusydie Anwar

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” Continue reading “Namrud dan Matahari Ibrahim”

Bahasa ยป