Endo Senggono: Penjaga Rumah Para Penulis

Fabiola Ponto
Kompas, 25 Maret 2011

HARI sudah petang saat Endo Senggono, sosok yang bisa dikatakan sebagai ”katalog hidup” di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, berjalan tertatih-tatih. Sepasang kruk yang menopang tubuh lelaki itu bergerak seirama. Meski gurat lelah menghias wajahnya, Endo terus tersenyum.

”Mungkin karena faktor usia saya jadi cepat lelah. Padahal, saya belum terlalu tua ya,” ujarnya sambil menyelipkan rambut yang memutih di belakang telinga. Continue reading “Endo Senggono: Penjaga Rumah Para Penulis”