Subakir Mati Metingkrang

Fahrudin Nasrulloh *

Obrolan di cafe ”Sidade” itu makin menghangat. Kopi disuguhkan. Bila mau pilih teh boleh juga. Yang wasgitel atau sariwangi. Bisa pesan jika minat teh rosella Malang yang berdaun gelap kecoklat-coklatan. Rokok Jisamsoe disesap, seperti menghirup seisi cafe dari ingatan yang pudar. Ia berjalan mondar-mandir melayani pembeli. Pangsit dan Mie ayam Jakarta, pun es campur tersedia di sini: Jl. Manukan Tama 10 A, Tandes, Surabaya. Dulu, lelaki berkumis tebal dan bertubuh gempal ini pemain bass di grup pertunjukan Gambus Misri. Ia termasuk penonton ludruk yang setia. Continue reading “Subakir Mati Metingkrang”

Eksplorasi Sastra Ludruk

Fahrudin Nasrulloh *

Sastra panggung sebagai sastra lisan banyak kita temukan dalam ratusan lakon yang dipertunjukkan dalam seni tradisi ludruk. Ludruk sebagai elemen sastra oral-etnik memiliki keberagaman yang luas di berbagai wilayah Jawa Timur, di mana lakon-lakon yang pernah dimainkan dengan latar masing-masing daerah itu berpijak pada mitos, legenda, sejarah, dan problematik sosial yang tak ditampik menjadi khazanah yang luar biasa untuk dapat dikembangkan oleh sastrawan, baik dalam upaya mengeksplorasinya dalam bentuk sastra berbahasa Jawa Timuran maupun ke sastra berbahasa Indonesia. Continue reading “Eksplorasi Sastra Ludruk”

Pengantar Cerpenis Syekh Bejirum dan Rajah Anjing

Fahrudin Nasrulloh

Menulis pengantar cerpen? Saya rasa ini lebih berat dibanding membikin cerpen atau tulisan lainnya. Seperti saya dipaksa menapaktilasi detik perdetik dalam ruang dan waktu di setiap cerpen. Menguruti jejak sungguh sesuatu yang rumit dan melelahkan. Tapi itu tampaknya perlu dibuat. Agar saya tidak menciderai pembaca. Meski sebelas cerpen dalam kumpulan ini masih terasa menggeret-geret saya ke entah. Ada rasa longsor. Tenggelam. Gelap dan melenyap pelan-pelan. Continue reading “Pengantar Cerpenis Syekh Bejirum dan Rajah Anjing”

DEWAN KESENIAN DAN PROBLEMATIK SASTRA JATIM

Fahrudin Nasrulloh *

Dewan kesenian yang eksis di berbagai wilayah di propinsi Jawa Timur memiliki kontribusi sekaligus problem tersendiri. Dari 38 kota dan kabupaten di Jatim kiranya tidak semua wilayah tersebut bercokol lembag dewan kesenian. Kendati Jatim menyimpan 10 subkultur kebudayaan (ditambah 2 kultur budaya Arab dan Cina) yang sangat kaya dan luas. Continue reading “DEWAN KESENIAN DAN PROBLEMATIK SASTRA JATIM”

Bahasa »