Tag Archives: Fanny Chotimah

Air Mata yang Hilang

Fanny Chotimah
Kompas, 11 Des 2010

PADA hari pertempuran terakhir, Rahwana maju ke medan perang sendirian dengan menaiki kereta kencana yang ditarik delapan kuda terpilih. Pada pertempuran itu, Rama menaiki kereta Indra dari surga yang dikemudikan Matali. Setiap Rama mengirimkan senjatanya untuk menghancurkan Rahwana, raksasa tersebut selalu dapat bangkit kembali sehingga membuat Rama kewalahan.

Gelas-gelas Tak Bertuan

Fanny Chotimah *
http://pawonsastra.blogspot.com/

Gelas-gelas itu berdiri pasrah di atas meja
dengan endapan teh manis, ampas kopi, air putih dan genangan semut.
Gelas-gelas itu menunggu sebuah genggaman.

Gelas-gelas itu selalu terjaga meski ditinggalkan.
Ia mungkin tak ingat berapa banyak bibir yang pernah mengecupnya.

Sejarah Surat, Sejarah Diri

Fanny Chotimah
Suara Karya, 9 April 2011

UMUR surat-menyurat setua manusia saat berbahasa dan mengenal tulisan. Di Mesir, ditemukan 15 surat peninggalan masa Old Kingdom (sekitar 2686-2181 SM) ke masa New Kingdom (1550-1069 SM). Surat-surat ini dari sanak keluarga—suami, istri, anak—untuk kerabat yang baru saja meninggal. Kepercayaan orang Mesir bahwa orang yang sudah meninggal masih memiliki kekuatan, maka mereka menulis surat dalam sebuah mangkuk, papirus, atau kain linen yang ditaruh di dalam kuburan mumi.

The Alchemist “Sang Alkemis”

Fanny Chotimah
http://pawonsastra.blogspot.com/
Karya Paulo Coelho
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, November 2005

Pernahkah anda bermimpi berpetualang ke Mesir melihat piramida lalu menemukan harta karun kepingan-kepingan emas? Saya sendiri belum pernah bermimpi seperti halnya mimpi Santiago seorang anak gembala dari Spanyol yang betul-betul mewujudkan impiannya.