Watchmen

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

Ketika polisi tak ada, dan keadilan terasa asing, muncullah Watchmen. Dalam cerita bergambar karya Alan Moore dan Dave Gibbons ini, sejumlah orang luar biasa perkasa menyamar sebagai vigilante: penyelamat kota dari kekejian, penyelamat Republik dari musuh, bahkan penyelamat dunia dari perang besar Armageddon. Continue reading “Watchmen”

Adiluhung

Goenawan Mohamad
tempointeraktif.com, 02 Jan 1988

TUAN Adigang hidup di sebuah rumah ber-AC sentral yang sejuk, naik Mercy Tiger dan mengenakan arloji Rolex Ovster. Tapi ia, yang nama lengkapnya Drs. Adigang Adigung Adiguna, juga mengagumi Ronggowarsito.

Baginya, pujangga Jawa abad ke-19 itu adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidupnva di tahun 1987 yang baru berakhir ini. Ronggowarsito, katanya suatu ketika, adalah satu puncak kebudayaan. Dia menunjukkan sesuatu yang adiluhung. Continue reading “Adiluhung”

Nama Itu

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

PADA pertengahan abad ke 18, seorang yang menjelajah kepulauan ini?dan melihat penghu?ni?nya yang berkulit sawo matang seperti orang Polinesia?bertanya kepada diri sendiri: Apa nama manusia ini? Apa nama kepulauan yang mereka diami?

Kemudian pengelana Inggris itu, George Samuel Windsor Earl, memutuskan: ?Indu nesia?. Tapi segera ia berubah pikiran. ?Malayanusia? lebih baik, katanya. Ternyata sebutan ini pun tak lama. Seorang rekannya, James Logan, memilih nama ?Indonesia?. Continue reading “Nama Itu”

Indonesia

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

KADANG-KADANG saya berpikir, apa gerangan yang ada dalam pikiran bapak saya beberapa saat sebelum ia ditembak mati. Kadang-kadang saya ingin membayangkan, ia menyebut nama ?Indonesia? di bibirnya, atau ?Indonesia merdeka?, tapi tentu saja ini satu imajinasi klise, dan sebab itu tiap kali muncul cepat-cepat saya stop. Bukan mustahil bapak ketakutan di depan regu tembak pasukan pendudukan Belanda itu. Atau ia pasrah? Yang agaknya pasti, beberapa puluh menit, atau beberapa puluh detik kemudian, seluruh ketakutan (atau sikap pasrah, atau jangan-jangan kecongkakan yang tampil seperti keberanian) pun punah: peluru-peluru menembus batok kepalanya. Darah muncrat, ia roboh, tak akan pernah pulang lagi. Continue reading “Indonesia”

Teror Itu

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

Jika bom itu tak hanya mengejutkan, tapi membuat kita marah dan sedih, jika beberapa orang bahkan menangis pagi itu, ketika dua ledakan membunuh sembilan orang dan melukai entah berapa lagi di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott di Jakarta, apa sebenarnya yang terjadi? Saya tak tahu persis jawabnya. Kematian dan luka-luka itu mengerikan, tapi saya dengarkan percakapan, saya baca pesan di HP, dan saya mungkin bisa mengatakan bahwa kita marah, sedih, dan menangis karena tiba-tiba kita menyadari, betapa terkait kita dengan sebuah tanah air: Continue reading “Teror Itu”

Bahasa ยป