DD

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

Orang kelahiran Pasuruan itu selalu mengingatkan saya apa arti sebuah tanah air. Ia Ernest Fran?ois Eugene Douwes Dekker. Ia mengingatkan apa arti Indonesia bagi saya.

Sekitar akhir Juli 1913 ia disekap di sebuah penjara di Jakarta Pusat. Waktu itu umurnya 33 tahun. Pemerintah kolonial menuduhnya telah ?membangkitkan rasa benci dan penghinaan terhadap pemerintah Belanda dan Hindia Belanda?. Tuduhan itu tak benar; tapi ia memang tak menyukai kekuasaan itu, yang, seperti dikatakannya kepada para hakim kolonial, bertakhta ?di negeri kami ini, di bumi orang-orang yang tak menikmati kebebasan?. Continue reading “DD”

Mumbai

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

??.yes, it was my Bombay, but also not-mine?

Saleem kembali ke kota kelahirannya, Bombay: tempat tinggal nostalgianya yang paling dalam. Tapi di awal tahun 1970-an itu, kota itu telah berubah.

Tokoh utama novel Salman Rushdie Midnight?s Children ini tak menemukan kembali toko penjual tumpukan komik Superman. Continue reading “Mumbai”

Ta?ayush

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

Sejarah kebangsaan juga bisa mengandung cerita kekejaman, meskipun sebuah bangsa semestinya dibangun dari ta?ayush.

Ta?ayush adalah kata Arab yang berarti ?hidup bebrayan?. Kata ini tak istimewa, tapi terasa luar biasa di sebuah negeri di mana ?bangsa? bukan saja sedang terguncang sendi-sendinya, melainkan juga terancam oleh saling membenci. Negeri itu adalah Israel. Ia bulan ini ber?umur 60, dengan kegundahan yang dulu tak terbayangkan ketika ia dinyatakan berdiri pada 14 Mei 1948. Continue reading “Ta?ayush”

Ulysses

Goenawan Mohamad
Majalah Tempo Edisi 32/XXXVII 29 Sep 2008

ADA seorang perempuan yang mudah dilupakan dunia tapi seharusnya tak dilupakan kesusastraan. Namanya Margaret Anderson.

Ia lahir pada 1886 di Indianapolis, Amerika Serikat, di sebuah keluarga yang berada, dengan seorang ibu yang hampir setiap tahun tergerak untuk pindah ke rumah baru—dengan mebel, taplak, gorden, dan lukisan dinding baru. Continue reading “Ulysses”

Di Zaman yang Meleset

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

KATA sebuah kisah, John Maynard Keynes pernah membuang sebakul handuk kamar mandi ke lantai di tengah sebuah pembicaraan yang serius. Orang-orang terkejut. Tapi begitulah agaknya ekonom termasyhur itu menjelaskan pesannya: Jangan takut berbuat drastis, untuk menciptakan keadaan di mana bertambah kebutuhan akan kerja. Dengan itu orang akan dapat nafkah dan perekonomian akan bisa bergerak. Continue reading “Di Zaman yang Meleset”

Bahasa »