Sains di Tengah Wabah Corona

Nirwan Ahmad Arsuka
Kompas, 5 Juni 2020

Tak terhindarkan: agama yang yakin sebagai pengetahuan yang diturunkan langsung oleh Tuhan pantas mengangkat diri jadi pengetahuan paling luhur, agung, lengkap dan sempurna. Kaum agamawan, dengan niat mulia, kerap menilai pengetahuan rasional yang sekuler itu sebagai pengetahuan yang rendah, kasar, tak lengkap, dan berbahaya. Mereka yang mengamalkannya harus dikoreksi dan diselamatkan jiwanya. Keluhan Galileo Galilei di ruang tahanannya dan rintihan Giordano Bruno di api unggunnya, tentu masih bisa kita dengar di abad ini. Continue reading “Sains di Tengah Wabah Corona”

TENTANG GARIS DEMARKASI ANTARA SAINS DAN FILSAFAT DAN KEMATIAN METAFISIKA

Fitzerald Kennedy Sitorus

Beberapa hari belakangan ini, kita membaca di halaman facebook lalu lintas pertukaran pikiran yang bersemangat mengenai sains. Picu yang melatuk diskusi ini adalah pernyataan Mas GM mengenai permasalahan-permasalahan sains dalam sebuah seminar online yang berjudul “Berkhidmat kepada Sains”. Pertanyaan ini kemudian ditanggapi oleh AS Laksana. Kemudian sejumlah tulisan tanggapan lainnya bermunculan meramaikan pertukaran pikiran tersebut. Continue reading “TENTANG GARIS DEMARKASI ANTARA SAINS DAN FILSAFAT DAN KEMATIAN METAFISIKA”

Persetujuan Penuh atas Interupsi Fransiscus Budi Hardiman

Yang Menginterupsi Goenawan Mohammad dan A.S Laksana
Imam Nawawi *

Tanpa perlu basabasi lagi, saya, Imam Nawawi, santri dari Madura, menyatakan tertarik dengan tiga persoalan yang ditawarkan oleh F. Budi Hardiman. Pernyataan “agama dan sains kerap dihadap-hadapkan. Itu tidak realistis” itu benar adanya, dan secara historis, sejarah perkembangan agama saya, Islam, adalah kolaborasi penuh antara agama dan sains. Siapa yang mau menolak aliran teologi Asy’arian, pengikut Abul Hasan al-Asy’ari, sangat lengket dengan atomisme? Continue reading “Persetujuan Penuh atas Interupsi Fransiscus Budi Hardiman”

Saintisme dan Momok-momok Lain:

Interupsi untuk Goenawan Mohammad dan A.S. Laksana

F. Budi Hardiman

Goenawan Mohamad (selanjutnya GM) dan A.S. Laksana (selanjutnya ASL) berdebat di Facebook. Dibanding perdebatan politis di TV yang kerap tidak lebih dari hembus angin, perdebatan tertulis mereka punya mutu yang merangsang nalar. Belum banyak yang mereka gali. Mereka berselisih sikap atas sains. Tapi sayang sekali, mereka bertarung tanpa membedakan kancah mereka. Kedua penulis berdebat dalam area-area yang berbeda dalam diskusi sains. Continue reading “Saintisme dan Momok-momok Lain:”

Kepastian Sains dan Pencarian Kebenaran

Lukas Luwarso

Menarik membaca esai Goenawan Mohamad (GM) tentang “Sains dan Masalah-Masalahnya”, menanggapi tulisan AS Laksana, “Sains dan Hal-Hal Baiknya.” Uraian GM membawa saya, peminat sains dan filsafat, ke perdebatan nostalgic wacana intelektual paruh pertama era 1900-an. GM memanggil nama-nama filsuf besar, seperti Edmund Husserl, Martin Heidegger, dan Karl Popper untuk menegaskan posisi sentimennya pada sains. Continue reading “Kepastian Sains dan Pencarian Kebenaran”

Bahasa »