Mbak Mendut

Gunawan Maryanto
Koran Tempo, 19 Feb 2012

DI jalan Bugisan Jogja dulu ada sebuah warung rokok. Kecil dan seadanya, berdiri di atas trotoar jalan. Sebuah warung berbentuk gerobak dengan dua roda sepeda gembos terpasang di kedua sisinya. Tak ada yang istimewa dari warung itu, tak beda dengan warung-warung rokok lainnya. Rokok yang dijual pun rokok biasa yang dengan mudah kaudapatkan di warung lainnya. Yang istimewa adalah penjualnya. Namanya Mendut. Aku memanggilnya Mbak Mendut. Asli pesisir katanya. Ia datang ke Jogja karena sebuah kecelakaan. Kecelakaan dalam tanda kutip. Continue reading “Mbak Mendut”

Sucipto

Gunawan Maryanto
http://suaramerdeka.com/

SUCIPTO tahu besok pagi dia akan kalah. ?Tak ada yang mendukungku sama sekali!? Tak ada tenaga dalam suaranya. Keras tapi kopong. Dyah hanya diam menatap ayahnya yang duduk terpekur di kursi tamu. ?Masmu tetap tak pulang?? Dyah menggeleng.

?Sudah kutelepon dan SMS berkali-kali.?

Sucipto beranjak dari tempat duduknya. Melangkah pergi keluar rumah. ?Pintu jangan dikunci.? Continue reading “Sucipto”

Ranggalawe Gugur

Gunawan Maryanto
http://www.jawapos.com/

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
dan duka maha tuan bertakhta1

Di atas panggung, beberapa kotak yang disembunyikan begitu saja di balik kain hitam, Ranggalawe gugur. Continue reading “Ranggalawe Gugur”