Tag Archives: Halimi Zuhdy

SASTRA KAMPUNG YANG MULAI MELENYAP

Halimi Zuhdy

Sebenarnya tulisan ini berangkat dari kegelisahan penulis atas ketidak –pede-an para sastrawan kampung untuk unjuk gigi ke pentas dunia, mereka lebih senang bersembunyi di balik gubuk-gubuk ilalang dari pada bertengger di bangunan kokoh berderet permata, lebih suka berdamai dengan sawah-sawah yang indah dari pada troktoar-troktoar ketidak jelasan, lebih suka bermain pet ta umpet dengan kodok dari pada mempublikasikan karyanya…

Menjadi Cerdas dengan Menulis

Halimi Zuhdy Ls
http://halimizuhdy.blogspot.com/

“Menulis akan merangsang pemikiran, jadi saat anda tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah mencoba untuk menulis” (Barbara)

Tulisan ini berangkat dari sebuah buku yang menurut saya sangat luar biasa pengolahannya, sistematika penulisannya, ide-ide yang diluapkannya, dan mempunyai karakteristik tersendiri yang membuat pembaca ingin memperaktekkan teori-teori yang ada di dalamnya,

Indahnya Sastra Madura

Halimi Zuhdy *
http://ibnuzuhdy.multiply.com/

Sastra Madura yang penuh dengan pesan, kesan, kritik dan ajaran-ajaran sempat lenyap dari permukaan , di masa lampau sastra lisan madura sangat diminati oleh masyarakat dari kalangan grass root (rakyat jelata) sampai kalangan elit (kraton), karena dengan sastra tersebut rakyat madura dapat mengeskpresiankan diri, menyampaikan pesan moral, gejolak hati, ajaran agama.

Menimbang Kehadiran Sastrawan di Dunia

Halimi Zuhdy
http://humaniora.uin-malang.ac.id/

Sekilas kita melihat sastrawan adalah orang-orang yang hanya berkutat dengan teks, mengasingkan diri menemukan imajinasi, melahirkan buku yang indah, berkhayal ria, suka memprotes tanpa aksi, memanjat panggung untuk menghibur, lahir untuk berhayal, mencipta puisi-puisi tanpa henti, menoreh cerpen, novel, roman dan drama- hanya untuk menghibur. Benarkah asumsi tersebut?

Puisi-Puisi Halimi Zuhdy

Untukmu

kusulam sajak ini, untukmu
hai! pecandu rindu dari kalbu
yang tergugah.

kurajut sajak ini, untukmu
hai! zeonis cinta yang harap debar kedamaian.
di sana, terlihat konspirasi-konspirasi
kemunafikan, keangkuhan, kedholiman, ketidak pastian