Satu Puisi

Hendry Ch
http://www.suarakarya-online.com/

Bangun Dulu kukira akan banyak lelaki yang menulis puisi untuk aku. Ternyata sampai aku berusia 50 tahun, hanya kamu yang pernah melakukannya. Aku masih menyimpannya sampai sekarang.

Kalau saja email bisa bersuara, Tio, pasti terbuai oleh merdu kata-kata yang dirangkai dalam kalimat itu. Apalagi bila di benaknya terrekam suasana kampus Universitas Indonesia di Rawamangun tahun 1980-an, ketika mereka berdua masih berkuliah di sana. Continue reading “Satu Puisi”