Indira Permanasari
Kompas, 18 Juli 2008
”APA peristiwa sejarah Indonesia yang Bapak anggap penting dan paling diingat?” Tanpa jeda waktu lama, Wayan Tinggal menjawab pertanyaan tersebut. ”G 30 S (Gerakan 30 September) tahun 1965. Tetangga saya di Klungkung dibawa orang, saya melihatnya. Rumahnya terus dibakar,” kata sopir taksi di Sanur, Bali, ini. Continue reading “Sejarah dan Kekerasan: Membongkar Kenangan Pahit”
