Sastra di Tengah Gemuruh Industri Kreatif

Irein Rizqiah Khalida*
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

Ketika produk dipersiapkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus mendesak, industri dimulai. Sebagaimana film, sastra juga telah memasuki era industri.

Sampai tahun 1950-1960-an, masih ada kesulitan untuk mencari apa yang bisa dibaca. Di masa itu penerbitan langka. Yang aktif hanya Balai Pustaka, Gunung Agung, dan PP Analisa. Tetapi kini justru sastra meledak. Hampir tidak bisa lagi kita lacak apa saja yang terbit, karena begitu banyaknya. Jenis sastra yang diterbitkan pun sudah beragam. Continue reading “Sastra di Tengah Gemuruh Industri Kreatif”