Terorisme, Semiotika dan Bahasa Indonesia

Jafar M. Sidik
http://oase.kompas.com/

Percaya tidak, Bahasa Indonesia turut mengeraskan pimikiran radikal yang memicu aksi-aksi teror belakangan ini?

Anda tak wajib menyepakati pernyataan ini. Tetapi sebelum menyimpulkan pernyataan itu spekulatif, tanyalah dulu pada Nasaruddin Umar, Guru Besar Tafsir Alquran pada Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Continue reading “Terorisme, Semiotika dan Bahasa Indonesia”

‘In Memoriam’ W.S. Rendra

Jafar M. Sidik
lampungpost.com

JIKA Ceko mempunyai Vaclav Havel dan Chile memiliki Pablo Neruda, Indonesia juga dihuni para pujangga yang mungkin sekaliber dengan keduanya dalam memotori bangkitnya kesadaran nasional dan mendedikasikan hidup untuk memberi jiwa pada masyarakat kering etik dan senjang nurani.

Seorang yang mungkin terbesar di antara itu adalah penyair dan dramawan besar kelahiran Solo, 7 November 1935, Willibrordus Surendra Broto Rendra atau lebih dikenal dengan nama W.S. Rendra. Continue reading “‘In Memoriam’ W.S. Rendra”