Tag Archives: Jumartono

Jumartono, Pelukis Neo Candi Nominee Indonesian Art Award (IAA) 2010

Zawawi Se
http://sosbud.kompasiana.com/

Pergulatannya dalam dunia kepelukisan untuk menemukan jati diri pernah membuatnya merasa putus asa ketika berbagai eksplorasi yang dilakukannya tidak memuaskan hati. Bahkan hasil explorasi-eksplorasi tersebut malah membuatnya merasa seperti menjadi epigon para pelukis terdahulu.

Lalu, bermula dari ketidaksengajaannya berkunjung ke sebuah toko bangunan bersama seorang teman beberapa tahun yang lalu, Jumartono melihat berbagai jenis material batu-batuan dan pelapis lantai/dinding di toko tersebut. Sebagai seorang pelukis, seketika itulah timbul inspirasinya untuk menggunakan salah satu material batu-batuan yaitu batu candi sebagai medianya dalam melukis.

KARAKTER ALAMI LUKISAN BATU CANDI

Sosok Pelukis Muda Lamongan, Jumartono
Dari: http://www.berita86.com/2010/06/karakter-alami-lukisan-batu-candi.html

Pada umumnya, seniman lukis mengekspresikan karyanya di atas kertas ataupun kain. Namun, berbeda halnya dengan Jumartono, warga Jalan Sunan Giri Kota Lamongan yang mampu mengekpresikan gagasannya melalui media batu candi Gunung Merapi.

Sudah setahun lamanya, pelukis lulusan sekolah menengah seni rupa di surabaya ini bereksperimen dengan batu candi sebagai media lukisannya. Pemilihan batu candi yang didatangkannya langsung dari gunung Merapi sebagai media lukisan adalah untuk memberi kesan sosial kondisi masyarakat kelas bawah yang berkarakter keras.

Jumartono, Potret Pelukis Muda Lamongan

Zawawi Se
http://sosbud.kompasiana.com/

Perjalanannya sebagai seorang pelukis diawali ketika Jumartono kecil melihat aktivitas sehari-hari seorang tetangganya, Masbukhin, yang juga berprofesi sebagai pelukis. Persentuhannya dengan sang tetangga itulah yang telah menginspirasinya untuk mulai mencintai dunia corat-coret. Jumartono kecil mulai gemar corat-coret dengan berbagai media yang berada di sekitarnya mulai dari papan triplek, tembok rumah, pagar rumah, bahkan buku tulis untuk catatan pelajaran sekolahnya pun tak luput dari hasratnya yang menggebu untuk menuangkan segala kegelisahannya melalui coretan-coretan.