Tag Archives: Katrin Bandel

Perbincangan Sastra Koran dan Katrin Bandel

Anwar Noeris
Harian Analisa, 30 Mei 2015

Perbincangan mengenai sastra koran, barangkali sudah tidak asing lagi disimak. Seakan-akan sastra koran hal yang wajib untuk diperbincangkan setiap minggu. Bahkan setiap harinya oleh penikmat sastra Indonesia, dengan upaya menanyakan karya siapa yang di muat dan tak di muat di Koran Minggu.

Pengalaman Unik Membaca Ulid *

Katrin Bandel **

Bagi saya pribadi, membaca novel Ulid Tak Ingin ke Malaysia (yang sekarang dicetak ulang dengan judul lebih pendek: Ulid) karya Mahfud Ikhwan membawa pengalaman yang agak unik. Novel tersebut bersetting di sebuah desa terpencil bernama Lerok, di Jawa Timur, dengan tokoh utama seorang anak laki-laki yang kehidupannya dikisahkan mulai masa kecilnya sampai remaja dan beranjak dewasa.

Pascakolonialitas Katrin Bandel *

Ahda Imran **
http://boemipoetra.wordpress.com

/1/
Pascakolonialisme bukan sekadar sebuah deskripsi keadaan, tapi sebentuk perlawanan

BEGITU tulis Katrin Bandel. Perempuan kulit putih yang suatu hari membaca anekdot Gayatri Spivak tentang lelaki borjuis kulit putih yang tak mau bicara sebab sterotip yang telah dilekatkan padanya sebagai keturunan bangsa penjajah.

Kritik Sastra Yang Menghamba Pada Kekuasaan

Katrin Bandel *
http://boemipoetra.wordpress.com

Nothing in my view is more reprehensible than those habits of mind in the intellectual that induce avoidance, that characteristic turning away from a difficult and principled position which you know to be the right one, but which you decide not to take. (Edward Said)

Pramoedya Ananta Toer: Luruh dalam Ideologi

Katrin Bandel *
http://boemipoetra.wordpress.com/

Pramoedya Ananta Toer mungkin merupakan sastrawan Indonesia yang paling banyak dibahas dan dikaji di luar Indonesia. Bahkan, selama karyanya dilarang beredar di Indonesia, hanya peneliti di luar negeri – baik orang asing maupun orang Indonesia yang bermukim di negara lain – yang bebas membahas karya Pramoedya.