Mengenal Paruntuk Kana dalam Sastra Makassar

M Farid W Makkulau

SUATU hari saya duduk-duduk di teras dan menyaksikan orang yang lewat di depan rumah. Saat itu ada seorang perempuan yang singgah menanyakan rumah seseorang yang merupakan teman kuliahnya. Menyaksikan paras wanita yang ternyata mahasiswi tersebut, kontan saya berujar, “Kuntui bulang sampulo angngappak”. (Artinya: Seperti bulan empat belas). Tetangga baru yang mendengar saya berujar bertanya, “Maksudnya apa tadi pak?” Continue reading “Mengenal Paruntuk Kana dalam Sastra Makassar”