Tikar Keikhlasan

M. Maksum
Republika, 25 Maret 2012

LALU-LALANG kendaraan melaju cepat. Suara percikan arang yang membentur biji-biji jagung terus mengusik telingaku. Pembeli kian beradu, sampai-sampai tikar pun penuh dengan orang-orang yang singgah sambil menunggu jagung bakar tersaji. Aku duduk manis di atas dingklik panjang, sambil menunggu pembeli yang singgah di tempatku. Bukan di tempat jagung itu terpanggang. Baca selengkapnya “Tikar Keikhlasan”