Lelaki yang Diasuh Kenangan (Mantra Asmara)

M.S. Arifin

“Salah satu syarat menulis buku adalah patah hati berkali-kali.” -Usman Arrumy

(1) Mantra Pembuka

Mendedahkan tinta, melumerkan rasa, menitipkan makna pada penggal kata, itulah menulis. Ia adalah kegiatan untuk meragukan sesuatu dengan berdasar keyakinan akan sesuatu. Menulis adalah upaya uzlah dari keramaian kata-kata menuju kesunyian rasa. Sebagaimana melukis, menulis berarti melakukan reka ulang apa yang sudah ada dalam alam pikir, alam rasa, alam hati. Continue reading “Lelaki yang Diasuh Kenangan (Mantra Asmara)”