Kolase Waktu

Marhalim Zaini
http://suaramerdeka.com/

(Percakapan-Percakapan yang Tak Selesai)

GELAP bangkit seperti kelelawar raksasa yang merentangkan sayap di atas kampung ini. Agaknya, malam di mana-mana, selalu menanggungkan kecemasan yang tak mudah diuraikan. Terasa berat, memekat, misterius, itulah hitam. Kalaupun ada gangguan kosmis yang secara tak disangka-sangka bersilang sengkarut di depan mata telanjang kita, apalagi di belakang punggung kita, tak ada yang bisa diperbuat selain diam. Baca selengkapnya “Kolase Waktu”

Sastra dan Rasa Cinta pada Tuhan

Marhalim Zaini
http://www.riaupos.com/

Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati

Masih ingatkah adik-adik dengan cuplikan di atas? Itu baris-baris lirik dari sebuah lagu yang dipopulerkan oleh kelompok musik legendaris, Bimbo, berjudul ?Sajadah Panjang.? Tahukah adik-adik, bahwa lirik lagu itu adalah bait pertama (dari 4 bait) puisi karya Taufiq Ismail? Baca selengkapnya “Sastra dan Rasa Cinta pada Tuhan”

Teater Miskin dan Grotowski

Marhalim Zaini
http://www.riaupos.com/

KATA ?miskin? dalam dunia seni teater (di Indonesia), bukanlah sesuatu yang baru, sebagaimana juga kata ?miskin? untuk Indonesia sebagai sebuah bangsa. Ia seolah bersebati, tak hendak pergi.

Seolah telah menjadi sebuah identitas. Meski telah sejak lama pula ihwal kemiskinan dalam teater ini dirisaukan, dibincangkan, dicari cara pengentasannya, tetap saja, hingga kini pada kenyataannya teater masih miskin: miskin aktor, miskin sutradara, miskin kritikus, miskin penulis naskah, miskin penata artistik, miskin sarana-prasarana, miskin wacana, miskin gagasan-gagasan baru, dan sekaligus para pekerja teaternya pun miskin secara ekonomis. Baca selengkapnya “Teater Miskin dan Grotowski”