Mal Permainan Simbol Sosial, Pembentukan Identitas Kultural

Marhalim Zaini
Riau Pos, 26 Juni 2011

HARI ini, banyak orang seperti keranjingan mall. Pusat perbelanjaan modern abad ke-21 itu, yang tumbuh menjamur di kota-kota, tampaknya telah demikian memikat hasrat banyak orang untuk mengunjunginya. Tidak hanya pada hari libur, tapi hampir setiap saat mall senantiasa ramai. Meskipun mall adalah sebuah pasar, tapi mereka yang datang ke mall tidak semata bertujuan melakukan transaksi jual-beli. Sebab rupanya, konsep jual-beli yang dimiliki oleh pasar alamiah telah dilampaui oleh konsep pasar yang dikembangkan mall. Continue reading “Mal Permainan Simbol Sosial, Pembentukan Identitas Kultural”

Merevitalisasi atau ”Membunuh” Tradisi Lisan(?)

Marhalim Zaini *
Riau Pos, 28 Nov 2010

RUPANYA, saya masih beruntung, menemukan buku dengan cover yang dominan berwarna hijau tua itu di sebuah toko buku di Kaliurang, setelah sebelumnya cukup lama saya berkeliling ke sejumlah toko buku di Jogyjakarta, sambil “menikmati” hujan debu dari erupsi Merapi. Dan buku itu pun tinggal satu-satunya, terselip di antara barisan buku antropologi yang lain. Continue reading “Merevitalisasi atau ”Membunuh” Tradisi Lisan(?)”

Bermain-main dengan Bahasa dan Imajinasi

(Membaca Kembali Cerpen-cerpen Fariz Ihsan Putra)
Marhalim Zaini
Riau Pos, 21 Agus 2011

JAUH-JAUH hari, di media ini juga (Riau Pos, 23 April 2006), saya pernah menelaah beberapa cerpen yang ditulis oleh seorang anak muda Riau, yang masih duduk di bangku SMA bernama Fariz Ihsan Putra. Setahun setelah itu, saya dikabari bahwa Fariz akan menerbitkan buku kumpulan cerpennya yang pertama. Dan lalu, saya diminta memberikan semacam kata pengantar untuk buku itu. Namun, sampai saat ini, belum datang kabar pada saya apakah buku cerpen itu jadi terbit atau tidak. Continue reading “Bermain-main dengan Bahasa dan Imajinasi”

Ideologi, Mitos, dan Kekuasaan Negara

Marhalim Zaini
Riau Pos, 10 April 2011

SAMPAI hari ini, saya masih percaya bahwa, sebuah negara yang dibentuk dari kekuasaan, memerlukan apa yang disebut sebagai ideologi. Banyak pakar menunjukkan dalam berbagai riset, bahwa faktanya (meski terus terjadi perdebatan dalam kajian-kajian sosial) selama sekitar 20 tahun terakhir, peran ideologi itu demikian krusial terutama untuk mengokohkan legitimiasi (kekuasaan) negara dalam “mengatasi” perkembangan masyarakat yang kian kompleks. Continue reading “Ideologi, Mitos, dan Kekuasaan Negara”

Bahasa »