Menulis Puisi itu Gampang?

Maroeli Simbolon
lampungpost.com

bulan di atas kuburan

Demikian isi puisi “Malam Lebaran” karya Sitor Situmorang. Puisi sebaris, teramat pendek, dan sederhana yang menimbulkan polemik. Di antaranya, banyak bersuara nyinyir, “cuma sebegitukah puisi? Sesederhana itukah puisi? Berarti, gampang menulis puisi–tak perlu sampai ‘berdarah-darah’ dan samedhi.” Benarkah demikian? Continue reading “Menulis Puisi itu Gampang?”

CERPEN-CERPEN PUITIK MAROELI

Maman S. Mahayana *

“Tengah malam tuba. Angin berdesir. Beribu ular berdesir. Tanganku berdesir. Itu tubuh/mengucur darah/mengucur darah.” Itulah kalimat-kalimat pembuka “Solilokui Ungu,” sebuah cerpen yang mengawali antologi cerpen Bara Negeri Dongeng (Yogyakarta: Jalasutra, September 2002, 183 halaman) karya Maroeli Simbolon. Di sana ada penggalan-penggalan puisi “Isa” karya Chairil Anwar. Continue reading “CERPEN-CERPEN PUITIK MAROELI”

Bahasa »