Juri-Menjuri Seni, ‘Subyektif’ atau Bisa Obyektif?

Mudji Sutrisno *
Seputar Indonesia, 13 Jan 2008

MENGAPA juri menjuri seni sukar menarik garis tegas antara subjektif dengan objektif? Ada tiga ranah yang meletakkan ujung jawaban persoalan di atas.

Yang pertama, ranah perbedaan fungsi antara ilmu-ilmu empiris alam dengan ilmu-ilmu humaniora kebudayaan ketika ”membedah” kenyataan bernama kehidupan. Ilmu alam empiris berfungsi memberi penjelasan mengenai gejala-gejala realitas dalam hidup. Sementara ilmu humaniora budaya berfungsi memberi pemahaman. Continue reading “Juri-Menjuri Seni, ‘Subyektif’ atau Bisa Obyektif?”

Ketidakpercayaan pada Kebudayaan

Mudji Sutrisno*
Media Indonesia, 29 Maret 2007

KEKUATAN hakiki kebudayaan adalah kemampuannya merawat dan merayakan kehidupan yang dirangkum dalam sistem nilai.

Hakiki karena ia menjadi sumber dari pembahasaan hukum, aturan, norma, perilaku bagi masyarakat yang berada di dalamnya. Inspirasi itu ditafsirkan dan dituangkan dalam sebuah produk kebudayaan sehingga mudah dicerna sebagai pedoman ketika manusia sedang menghadapi tantangan dan bencana. Continue reading “Ketidakpercayaan pada Kebudayaan”

Kebenaran Estetis atau Logis?

Mudji Sutrisno*
Seputar Indonesia, 10 Feb2008

KETIKA kehidupan dihayati sebagaimana adanya, dimuliakan dan dibuat lebih indah para pelakunya,saat itu pula ungkapan- ungkapan syukur entah dikidungkan atau pun dihayati dalam tindakan baik dan hormat pada kehidupan itu sendiri.Apakah tahap ini yang oleh kebanyakan ahli kebudayaan dinamakan tahap lisan atau tahap pratulis (baca: pre-teks)? Continue reading “Kebenaran Estetis atau Logis?”