Sastra Mutakhir Kita

Ni Putu Rastiti
Bali Post, 16 Juni 2013

Ketika sejarah bergulir dari masa kemerdekaan, hingga kini era reformasi, baru satu penulis Indonesia yang menjadi kandidat penerima Nobel. Jika dicermati berdasarkan logika, bukankah seharusnya di zaman yang penuh kebebasan ini lahir penulis-penulis sastra mumpuni dengan karya-karya yang penuh kedalaman. Continue reading “Sastra Mutakhir Kita”

Mimpi

Ni Putu Rastiti
http://www.balipost.co.id/

AKU masih berada di sini. Melihat gelembung udara yang berbunyi gemerisik di ruangan persegi empat bercat biru muda ini. Hampir – hampir kuakrabi semua yang tampak di hadapanku. Berat juga rasanya menyadari bahwa aku mulai terbiasa dengan keadaan di sekelilingku terutama aroma harum aneh pembersih lantai yang awalnya sangat tidak kusukai. Continue reading “Mimpi”

Puisi-Puisi Ni Putu Rastiti

http://www.korantempo.com/
HARI YANG PERGI
: di warung made

Meja di sudut tak lagi punya ruang untuk kita tiap percakapan mabuk oleh segelas wiski tak ada yang tahu kapan lagu terakhir usai dilantunkan

Bulan menggenangi atap teduh sepasang kekasih saling meraba masa silam yang tak terbaca

Kau yang tak pernah mengetuk pintuku katakan siapa yang tersedu di depan cermin antara dinding biru ini berulang mengeja namamu Continue reading “Puisi-Puisi Ni Putu Rastiti”