Waktu terus bergerak; melengkung lebar, mengumpar, mengerucut, mengurai masa-masa juga mempersempat temponya. Melonjak naik, berkelejatan turun, meringkus tekanan, menggarami luka serta jauh dari perkirakan manusia. Dan searah lembaran telah tercatatkan, banyak orang memberi wewarna dalam proses kreatif saya ke alamnya kata-kata, meski secara tidak langsung atau setengah disengaja, yang melalui laku kehidupan sehari-hari bersamanya. Salah satunya, sang penggerak kesenian yang khususnya di panggung teater dan perfilman di Jogja, yakni Nurul Koclok. Semoga seluruh kalimat yang tertuang dalam catatan ini terbaluti alunan sholawat, dengan harapan kawan tercinta kita ini tenang damai di sisi-Nya. Continue reading “Nurul Hadi “Koclok” (23 Juni 1968 – 1 Agustus 2017) dalam Proses Kreatif saya!”
Sajak-Sajak Nurul Hadi Koclok
GELEGAR DI BALIK HALILINTAR
Bermandi hujan bersabun angin;
Terbelalak jiwaku digertak halilintar
Sampai terjaga oleh tanya gemetar…
Hai, hujan…
Hangat dan payau airmu segarkan aku,
Kenapa kau semprotkan kilat? Continue reading “Sajak-Sajak Nurul Hadi Koclok”
Sajak-Sajak Nurul Hadi Koclok
HAMPA
Masih juga hampa
Nyala matamu dusta
Tapi segala gerak peristiwa
Lebih suka memperkosa;
Menelanjang hatiku:
UntukMu
(Jogja,2004) Continue reading “Sajak-Sajak Nurul Hadi Koclok”

