Pram, Buku dan Sastra Rasa Penjara

Catatan Buku Biografi Pramoedya Ananta Toer (1925-2006)

Rama Prabu *
oase.kompas.com

Membincangkan Pramoedya Ananta Toer atau lebih dikenal Pram memang tak ada habis-habisnya, terbukti satu lagi buku biografi menambah khasanah dalam hal itu. Pram memang menarik untuk dibahas, dari sudut manapun terlebih jalan hidupnya yang berliku tak sewajarnya sebagai seorang tokoh perjuangan yang pada akhirnya lebih memainkan penanya dari pada terjun langsung dalam kancah politik nasional. Tapi jangan dikira, menjadi pengarang, menjadi sastrawan justru Pram telah membuat jalur sendiri dan menarik lawan politiknya untuk ikut dalam konsep permainan tinta hitamnya. Continue reading “Pram, Buku dan Sastra Rasa Penjara”

Mendambakan Pemimpin Muda

7 Hari Kepergian Pramoedya Ananta Toer

Susianna
suarakarya-online.com

Tujuh hari sudah sastrawan legendaris Pramoedya Ananta Toer menghembuskan nafas terakhir dalam usia 81 tahun, tepatnya pada Minggu (30/4) lalu di rumahnya bilangan Utan Kayu, Jakarta Timur. Berita meninggalnya sastrawan kelahiran Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 ini, menjadi perhatian dunia, yang seakan ikut menangis kehilangan seorang calon nominasi penerima hadiah Nobel. Continue reading “Mendambakan Pemimpin Muda”

Pram, Said, dan Kritik Sastra

Asarpin
lampungpost.com

KRITIK sastra sudah sejak lama ditanggapi dengan dua kemungkinan: disuka atau dibenci. Sudah terlampau banyak yang tidak suka dengan kritik sastra, dan begitu banyak juga yang mengharapkan lahirnya kritik sastra dengan berbagai genrenya.

Telisik ini tidak bermaksud menyajikan berbagai model kritik sastra. Tapi hanya sekadar mendiskusikan kembali apa yang disebut kritik biografi dan kritik teks. Apa boleh buat, dua persoalan ini akan terus muncul. Suka tidak suka, sebuah kritik tidak mungkin dipisahkan dari teks dan pengarang. Continue reading “Pram, Said, dan Kritik Sastra”

Kisah “Besar” Keluarga Toer

Nirwan Ahmad Arsuka *
cetak.kompas.com

Judul: Bersama Mas Pram: Memoar Dua Adik Pramoedya Ananta Toer. Penulis: Koesalah Soebagyo Toer dilengkapi Soesilo Toer. Penerbit: KPG, Jakarta, 2009. Tebal: 505 halaman (termasuk lampiran).

Sebagai karangan yang banyak bertumpu pada ingatan, memoar adalah ragam karya yang bergerak di antara dua kutub: sejarah dan sastra. Jika ingatan itu ditopang sekaligus dijaga ketat oleh catatan kejadian nyata, disusun mengikuti arus waktu yang bergerak lurus kronologis, karangan itu akan menjadi biografi atau otobiografi penting. Continue reading “Kisah “Besar” Keluarga Toer”

Goenawan Nilai Pram Egois

Diskusi Sastra Karya Pramudya
Syarifudin
http://www.suarakarya-online.com/
baca ini http://www.sastra-indonesia.com/2010/06/pertukaran-pendapat-antara-goenawan-mohamad-dan-pram/

Sastrawan Pramoedya Ananta Toer telah meninggal dunia, 30 April 2006 lalu. Jasadnya pun telah dikebumikan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Bagaimana dengan karya-karya sastra yang telah dilahirkannya? Apakah ikut “terkubur” seiring meninggalnya novelis kelahiran Blora, 6 Februari 1925 itu? Jawabnya, “Tidak!” Continue reading “Goenawan Nilai Pram Egois”

Bahasa ยป