Jalan Raya Pos, Jalan Daendels

Judul : Jalan Raya Pos, Jalan Daendels
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera Dipantara
Cetakan : I, Oktober 2005
Tebal : 145 hal
ISBN : 979-97312-8-3
Peresensi : Hernadi Tanzil
http://www.ruangbaca.com/

Jalan Raya Pos, Jalan Daendels, membentang 1000 km sepanjang utara Pulau Jawa, dari Anyer sampai Panarukan. Dibangun dibawah perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu : Herman Willem Daendels (1762-1818). Continue reading “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels”

Menikmati Perjalanan “Sang Kretek”

Hendriyo Widi
http://m.kompas.com/

Sastrawan asal Blora, Pramoedya Ananta Toer, mempunyai cara tersendiri menikmati kretek semasa kecilnya. Bukan dinyalakan apalagi diisap, tetapi menjadi mainan yang mengesan di dalam hati Pramoedya sehingga melahirkan tulisan tentang “Kretek”.

Tulisan tersebut menjadi kata pengantar buku Kretek, The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes (2000), karya Mark Hanusz. Dalam tulisan itu, Pramoedya mengisahkan pertama kali dia berkenalan dengan kretek. Waktu itu, dia masih berumur 14 tahun dan baru lulus Sekolah Rakyat Budi Utomo, Blora. Continue reading “Menikmati Perjalanan “Sang Kretek””

Wawancara Paramoedya Ananta Toer: “Yang Tidak Setuju, Ya minggir Saja”

Mustafa Ismail, Arif Zulkifli, Hermien Y. Kleden, Mardiyah Chamim
http://majalah.tempointeraktif.com/04 Mei 1999

SEBELUM berangkat, Pram bersedia menerima Mustafa Ismail, Arif Zulkifli, Hermien Y. Kleden, Mardiyah Chamim, dan fotografer Robin Ong dari TEMPO hingga beberapa kali. Sembari mengenakan kaus putih dan kain sarung, Pram, ketika menjawab pertanyaan TEMPO, sesekali suaranya meninggi dan keras tatkala menjawab pertanyaan agak sensitif. Continue reading “Wawancara Paramoedya Ananta Toer: “Yang Tidak Setuju, Ya minggir Saja””