Bung Sultan, Mengakhiri Mitos Ratu Adil?

R Toto Sugiharto *
kr.co.id

BUNG Sultan yang dimaksud dalam tulisan ini bukan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X), melainkan ayahanda beliau, mendiang Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX. Penyebutan “bung” untuk kalangan aristokrat, seperti juga untuk Sultan HB IX, bukannya tanpa sebab. Panggilan “bung” untuk aristokrat adalah akibat dari revolusi sosial pada 1946 di Surakarta (Kedaulatan Rakjat, 17 Djanuari 1946). Pemanggilan itu sebagai tuntutan kesetaraan dan demokratisasi dari kelompok radikal yang menghendaki pemusnahan feodalisme yang berakar dari kalangan bangsawan yang berpusat di Keraton Surakarta: Kasunanan dan Mangkunegaran. Tuntutan lainnya adalah peleburan sistem pemerintahan istimewa di daerah (khususnya Surakarta) agar bergabung dengan pemerintah Republik Indonesia. Continue reading “Bung Sultan, Mengakhiri Mitos Ratu Adil?”