Ingin Pahlawan Tetap tanpa Tanda Jasa

Ramadhan Batubara
http://www.hariansumutpos.com/

Putu Wijaya mengajak teaternya yang bernama Mandiri untuk ‘bertolak dari yang ada’. Tentu ini soal proses hingga berlabuh pada pementasan. Karena itu, Putu dikenal mampu berkarya tanpa mengenal lelah. Ya, dia adalah pabrik karya. Namun, apakah dia dianggap pahlawan tanpa tanda jasa? Oh, tidak, Putu sudah cukup berjasa dan jasanya pun telah diberi ‘tanda’. Bukankah penghargaan yang telah dia terima cukup banyak; baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Continue reading “Ingin Pahlawan Tetap tanpa Tanda Jasa”

Menulis dengan Pintu Tertutup, Membaca dengan Pintu Terbuka

Ramadhan Batubara
http://www.hariansumutpos.com/

Perpindahan atau pergantian pemimpin tentunya menjadi isu yang menarik. Pun dengan Indonesia, walau Pemilu masih cenderung lama, tetap saja kabar calon pemimpin baru merebak.

MAKA tak berlebihan ketika berbagai kalangan berspekulasi. Ada partai yang mencoba berkoalisi atau apapun istilahnya. Beberapa figur pun diusung, dielus-elus, hingga dipaksa-paksa untuk maju ke Pemilu. Apakah itu salah? Tentu, jawabnya tidak. Continue reading “Menulis dengan Pintu Tertutup, Membaca dengan Pintu Terbuka”

Untuk Sebuah Nama

Ramadhan Batubara
http://www.hariansumutpos.com/

Apalah arti sebuah nama kalimat yang dikeluarkan sastrawan Inggris zaman Elizabeth, pencipta Romeo and Juliet, Hamlet atau lainnya itu memang sangat populer. Benar-benar kalimat yang sangat kuat hingga menjadi sebuah kalimat penolong dari segala sesuatu yang kadang menjerat. Misalnya, nama kita yang jelek hingga untuk menolongnya kita keluarkan saja kalimat tersebut ketika menerima ejekan orang-orang, apalah arti sebuah nama, maka semuanya akan bisa dikatakan selesai. Yah, kalimat yang sakti bukan? Continue reading “Untuk Sebuah Nama”

Dibuai Mimpi, Berbuah Gaya

Ramadhan Batubara
http://www.hariansumutpos.com/

Berbicara soal keluarga seperti tak ada habisnya. Seperti debu di kursi, meski sudah dibersihkan, tetap saja akan menempel lagi. Ya, dia terus hadir tanpa permisi dan tanpa diminta.

Memang begitulah, kehidupan berkeluarga, meski sudah dikatakan menjadi satu oleh penghulu, tetap saja terdiri dari dua kepala kan? Dua kepala ini pun ternyata dilatarbelakangi oleh sekian banyak kepala lainnya; baik dari pihak orangtua, saudara sekakek, dan sebagainya. Bisa bayangkan bagaimana untuk memenej itu semua? Continue reading “Dibuai Mimpi, Berbuah Gaya”

Membungkam Aksara dengan Angka

Ramadhan Batubara
http://www.hariansumutpos.com/

Beberapa lantun yang lalu, saya sering berbicara soal angka, tepatnya pada dunia matematika. Ya, saya sering menuliskan soal 2 tambah 2 sama dengan empat; saya tuliskan ini untuk menggambarkan sesuatu sesuatu yang pasti. Nah, kini saya terpikir lagi soal itu.

Sejatinya ini tentang sebuah suara yang angin bawa, dia masuk ke dalam kuping saya, hingga membuat pusing. Suara angin itu berbunyi, “Membungkam aksara dengan angka.” Karena pusing, saya pun coba menerjemahkan itu. Continue reading “Membungkam Aksara dengan Angka”